Ingin Dapat Lisensi D Nasional, Ini Jalurnya

Agus Suparno Solopos/Ivan Andimuhtarom
18 Januari 2019 01:20 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO—Asosiasi Kota (Askot) PSSI Solo bakal menyelenggarakan kursus pelatih Lisensi D Nasional Filanesia (Filosofi Sepak Bola Indonesia) pada 16-22 Februari mendatang.

Kursus yang akan digelar di Stadion Sriwedari dan Lapangan Kota Barat itu akan didampingi instruktur dari PSSI, Yudi Suryata. Sesuai regulasi PSSI, panitia hanya membuka kuota untuk 30 peserta kursus. Pemilik Lisensi D Nasional Filanesia memiliki kualifikasi melatih di sekolah sepak bola (SSB) atau akademi bagi anak usia dini.

Penyelenggaraan kursus tersebut diharapkan membuat sepak bola di Solo dan sekitarnya semakin bergairah. Apalagi, beberapa kompetisi mengharuskan pelatih bersertifikat atau berlisensi agar anak didik di SSB bisa berpartisipasi dalam kejuaraan.

Salah satu contoh adalah Piala Menpora 2018 U-14 dan U-16 di Bali. SSB yang pelatihnya tidak bersertifikat tak diizinkan mendampingi anak asuh mereka.

Kursus atau diklat tersebut menjadi yang pertama digelar Askot PSSI Solo sejak November 2016 atau lebih dari dua tahun. Saat itu, Askot PSSI Solo menyelenggarakan kursus pelatih Lisensi D Nasional.

Ketua pelaksana kursus, Agus Suparno, mengatakan Lisensi D Nasional Filanesia adalah kurikulum terbaru yang ditetapkan PSSI. Pelatih yang mengantongi lisensi tersebut bisa naik kelas dengan mencari Lisensi C AFC.

“Selain materi di luar ruang. Ada pula materi dalam kelas di Hotel Sarila Solo,” ungkap anggota Komisi Pembinaan Usia Dini Askot PSSI Solo tersebut saat jumpa pers di Banjarsari, Kamis (17/1/2019) siang.

Menurutnya, dari 30 kuota, sudah ada 17 orang yang dipastikan berangkat. Selain dari Soloraya, mereka berasal dari Riau, Bogor, hingga Kalimantan Barat.

Bambang Nugroho yang menjadi panitia diklat menjelaskan kursus dilaksanakan untuk memenuhi aturan terbaru PSSI yang mewajibkan pelatih SSB bersertifikat. Menurut Bambang masih banyak pelatih SSB di Solo dan di daerah lain belum bersertifikat. “Kami ingin para pemain muda dilatih oleh pelatih berlisensi,” terangnya dalam jumpa pers tersebut.

Ia mengatakan, hanya sedikit pelatih berlisensi di Kota Solo. Dari 50-an pelatih yang terdaftar di Askot PSSI Solo, jumlah pelatih berlisensi kurang dari separuhnya. “Memang ada yang dulu berlisensi, tapi belum memperpanjang,” terangnya.

Bambang juga menyebut instruktur dari PSSI, Yudi Suryata, akan hadir untuk memberikan kursus kepelatihan. Sementara asisten instruktur ditunjuk dari panitia. “Instruktur akan memberikan materi teknik dasar dan praktik dengan anak-anak SSB. Ada pula materi ruang. Terakhir adalah ujian praktik dan tertulis,” papar dia.

Di sisi lain, penasihat kegiatan, Hongwidodo, berharap kursus itu membuat sepak bola lokal makin maju.