Hadiri Sidang Kasus Penggelapan Pajak, Ronaldo Ditemani Kekasih

Cristiano Ronaldo dan kekasihnya, Georgina Rodriguez. (Reuters/Susana Vera)
22 Januari 2019 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MADRID - Cristiano Ronaldo kembali ke Spanyol. Namun, superstar Juventus tersebut tidak untuk bereuni dengan mantan klubnya, Real Madrid. Dia menghadiri sidang di pengadilan Spanyol untuk memberi keterangan terkait kasus penggelapan pajak yang menimpanya, Selasa (22/1/2019).

Ronaldo ditemani kekasihnya, Georgina Rodriguez. Keduanya menjadi pusat perhatian media ketika keluar dari pengadilan. Ronaldo mengenakan baju serba gelap plus kaca mata hitam. Sedangkan Georgina terlihat anggun dengan pakaian hitam dipadukan coat panjang berwarna merah marun. Pasangan yang membesarkan empat anak ini tampak mesra dengan bergandengan tangan di hadapan media yang ingin mengabadikan momen tersebut.

Ronaldo didenda sekitar 19 juta euro (Rp307,1 miliar) karena melakukan penggelapan pajak. Dia juga dikenai hukuman penjara selama 23 bulan. Namun, Ronaldo tidak harus masuk bui karena menurut undang-undang di Spanyol, seseorang tidak harus masuk penjara apabila hukumannya kurang dari dua tahun.

Seperti dilansir Reuters, Selasa, Ronaldo hanya memerlukan waktu 15 menit di pengadilan Spanyol kemarin. Dia hanya perlu menandatangani kesepakatan terkait kasusnya. Dengan kata lain, peraih lima Ballon d'Or tersebut bersedia mengakui kesalahannya.

Ronaldo diduga menggelapkan pajak senilai 14,7 juta euro (Rp237,6 miliar) selama berada di Spanyol. Namun, nilai pajak yang digelapkan dikonformasi hanya mencapai 5,7 juta euro (Rp92,7 miliar), akhir pekan lalu.

Selain Ronaldo, mantan pemain Real Madrid, Xabi Alonso, juga mendatangi pengadilan Spanyol dengan persoalan yang sama, Selasa. Namun, sidangnya ditunda. Jaksa menuntut Alonso dengan sanksi lima tahun penjara dan denda sebanyak 4 juta euro (Rp64,6 miliar). Pria yang gantung sepatu pada 2017 lalu diduga menggelapkan pajak di Spanyol senilai 2 juta euro (Rp32,3 miliar) pada 2010-2012.