Wali Kota Solo Beri Lampu Hijau Persis Pakai Stadion Sriwedari Setelah Mei

Para pemain Persis Solo menjalani latihan di Stadion Wilis. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
29 Januari 2019 06:30 WIB Ichsan Kholif Rahman Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO—Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo, mendukung langkah suporter Persis Solo yaitu Pasoepati dan Surakartans yang menolak pemindahan kandang Persis ke Kota Bekasi.

Menurut Wali Kota yang akrab di sapa Rudy ini, Stadion Sriwedari, masih layak untuk menggelar pertandingan Liga 2 Indonesia.

Rudy saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Senin (28/1/2019), mengatakan keluhan suporter di Kota Solo sangat rasional.

“Manajemen tidak pernah berkomunikasi dengan saya terkait pemindahan kandang ke Bekasi. Liga 2 Indonesia kan digelar setelah Pemilu 2019 sekitar bulan Mei sehingga Stadion Sriwedari jelas memungkinkan untuk dipakai. Sayang kalau Persis dibawa keluar, nama Persis jangan dibawa ke mana-mana,” ujarnya.

Ia menambahkan Stadion Sriwedari dapat digunakan dengan membatasi jumlah penonton sesuai dengan kapasitas Stadion Sriwedari. Selain itu, penambahan pagar sebagai barikade harus dilakukan.

Menurut Rudy, animo masyarakat untuk menyaksikan Persis tetap tinggi sehingga Sriwedari wajib dilengkapi layar lebar di luar stadion. Rudy juga memberi solusi dengan menyatakan harga tiket pertandingan bisa sedikit dimahalkan untuk menyeleksi suporter yang benar-benar berniat menonton Persis.

“Stadion Manahan rencanannya September sudah diserahterimakan dan Oktober telah selesai. Saya akan sampaikan ke manajemen untuk membatalkan rencana itu. Nama Persis harus dihargai lah, memang saat ini izin keamanan tidak bisa karena situasi menjelang Pemilu 2019. Namun, setelah Pemilu 2019 memungkinkan digelar di Solo sepanjang penonton tertib, kan hanya sementara,” tegas Rudy.

Kekhawatiran para suporter tentang kemungkinan Persis berganti nama atau tidak kembali lagi ke Solo dibantah tegas Rudy. Menurutnya, untuk mengubah nama Persis melalui proses yang panjang dan klub tersebut tidak akan bisa diganti nama. “Persis tetap Persis Solo, tidak ada Persiskasi Bekasi,” ujarnya.

Rudy juga menjelaskan saat ini belum ada rencana untuk kembali mengurusi Persis. Namun, dia siap kembali terjun ke Persis apabila pengelola Liga Indonesia diisi orang yang bersih.

Sebelumnya, pada Minggu (27/1/2019), pendukung Persis berorasi di depan Balai Kota Solo. Mereka berjalan kaki dari Stadion Sriwedari menuju Balai Kota untuk menyampaikan aspirasi memprotes rencana Manajemen Persis memindahkan merkas tim ke Kota Bekasi dengan alasan Stadion Manahan direnovasi.