Keinginan Suporter Persis Solo Sulit Terwujud

Suporter Persis Solo terdiri atas Pasoepati dan Surakartans berunjuk rasa di kawasan Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Minggu (27/1 - 2019). Solopos/Nicolous Irawan
29 Januari 2019 05:40 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO—Tuntutan suporter Kota Solo kepada manajemen Persis Solo untuk membatalkan pemindahan kandang Laskar Sambernyawa ke Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, sulit terwujud.

Pemilik klub Persis Solo, Sigit Haryo Wibisono, telah memutuskan memindahkan kandang tersebut.

Namun, manajemen Persis memastikan aspirasi yang disampaikan suporter didengar Sigit. Sebelumnya, para suporter Persis Solo menggelar aksi turun ke jalan di Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (27/1/2019) sore. Suporter mengancam memboikot pertandingan dan penjualan merchandise.

Sekjen Persis Solo, Dedy M. Lawe, mengatakan pemilihan Stadion Patriot sepenuhnya menjadi wewenang pemilik. Ia menjelaskan, pada pertengahan 2018, saat Stadion Manahan mulai dikosongkan untuk revitalisasi dan Persis harus mencari kandang sementara, Sigit sudah menemui Wali Kota Solo, F.X. hadi Rudyatmo.

Wali Kota yang juga penasihat Persis tersebut setuju memindahkan kandang Persis ke Stadion Sriwedari. Namun, Kapolresta Solo tak memberikan izin karena permasalahan jaminan keamanan. “Pemilik klub kemudian memindahkan kandang ke Stadion Wilis, Madiun karena memang tak ada alternatif stadion yang bisa digunakan di Soloraya,” ujar Dedy saat dihubungi solopos.com, Senin (28/1/2019).

Ia mengatakan aksi turun ke jalan yang dilakukan suporter mendapat perhatian dari manajemen dan pemilik klub. Ia mengapresiasi langkah suporter yang menjadi tanda nyata cinta mereka kepada Persis.

“Kami mengakui suporter adalah pemain ke-13 dan menjadi bagian dari klub. Kami tegaskan, pemindahan ini cuma sementara. Kalau Stadion Manahan selesai direvitalisasi, kami akan pulang ke sana karena yang kami daftarkan di PSSI sebagai markas adalah Stadion Manahan,” tutur Dedy.

Lebih lanjut, ia membantah tudingan adanya ketidakharmonisan antara manajemen/pemilik dengan Askot PSSI Solo dan Wali Kota Solo. Ia mengklaim hubungannya dengan dua pihak tersebut baik-baik saja.

Hanya saja, karena pemilik Persis yang diakui PSSI adalah PT Persis Solo Saestu, maka pengelolaan klub kini sepenuhnya dilakukan manajemen klub. Menurut Dedy, Askot PSSI Solo seharusnya fokus pada pembinaan atlet sepak bola usia dini.

“Kalau keadaan Stadion Manahan sudah rapi, kami kembali, lalu kami akan fokus juga di pembinaan usia muda [bersama Askot PSSI Solo],” terangnya.