Persiharjo Sukoharjo Butuh Rp300 Juta

Persiharjo Sukoharjo (istimewa)
30 Januari 2019 09:30 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SUKOHARJO—Persiharjo Sukoharjo tak kunjung melakukan pergerakan berarti untuk membentuk tim jelang Liga 3 2019. Problem dana masih membuat manajemen ragu untuk melangkah lebih jauh.

Nasib Persiharjo bagaikan buih di lautan, terkatung-katung dan terombang-ambing tak ada kejelasan. Laskar Kota Makmur diperkirakan butuh biaya hingga Rp300 juta untuk satu musim kompetisi. Sementara itu, mantan bintang Persiharjo era 1980-an, Hari Purnomo, mengaku siap membantu Laskar Kota Makmur untuk keluar dari problem pendanaan.

Sekjen Persiharjo, Wagino, mengatakan manajemen belum dapat memastikan partisipasi tim di Liga 3 2019 lantaran tak kunjung memeroleh solusi problem finansial. Menurut Wagino, Persiharjo butuh dana sekitar Rp250 juta sampai Rp350 juta untuk membiayai operasional tim selama semusim. Jika kurang dari itu, tim terancam menunggak gaji pemain.

“Kami belum menghitung kebutuhan persisnya, tapi kisarannya ya segitu. Dana sebanyak itu belum bicara prestasi hlo, masih sekadar ikut kompetisi saja,” ujar Wagino saat dihubungi solopos.com, Selasa (29/1/2019).

Pihaknya mengakui banyak menerima dukungan agar tim tetap eksis di musim ini. Selain dari sesepuh Persiharjo, dukungan juga berasal dari suporter Laskar Kota Makmur. Menurut Wagino, para pendukung rela patungan dan membantu mencarikan sponsor untuk menghidupi Persiharjo. “Kami sudah ngobrol-ngobrol informal dengan sesepuh maupun tokoh suporter. Mereka sebenarnya siap membantu. Namun dana yang dibutuhkan kan tidak sedikit,” kata dia.

Wagino menyebut anjloknya prestasi Persiharjo musim lalu sedikit banyak menyulitkan tim dalam mencari sponsor. Dia menambahkannasib tim musim ini bakal diputuskan seusai Kongres Asprov PSSI Jateng, 9 Februari mendatang. “Sampai saat ini belum ada keputusan resmi karena belum ada rapat pengurus sama sekali.”

Di sisi lain, mantan gelandang Persiharjo era 1980-an, Hari Purnomo, mengaku siap membantu eks klubnya agar tetap berkompetisi di Liga 3 musim ini. Dia bersama sang adik, Havid Nugroho, siap mengelola tim jika dipercaya oleh pengurus Laskar Kota Makmur. “Saya beberapa kali ngobrol dengan Dwi Joko [pelatih Persiharjo musim lalu]. Awalnya diminta untuk membantu Persiharjo U-17. Namun jika kami diminta untuk mengelola tim senior sekalian, saya pikir tidak masalah,” ujar Hari yang membela Persiharjo dari tahun 1978 sampai 1986.

Mantan Manajer Persis Solo musim 2017 itu mengaku sang adik memiliki jaringan luas di kalangan pengusaha yang bisa dimanfaatkan Persiharjo untuk mencari sponsor. Dia sendiri mengusulkan Havid Nugroho untuk menjadi manajer Laskar Kota Makmur. Posisi manajer tim dikabarkan kosong setelah manajer musim lalu, Riyadi, menyatakan mundur.

“Banyak pengusaha asal Sukoharjo yang sukses di Jakarta. Bisa diupayakan untuk membantu Persiharjo. Nanti saya back up penuh dari belakang,” ujarnya.