Coppa Italia Jadi Pertaruhan Nasib Spalletti

Luciano Spalletti (Reuters - Daniele Mascolo)
31 Januari 2019 11:45 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MILANTrofi atau tidak sama sekali. Pernyataan tegas itu dilontarkan Presiden Inter Milan, Steven Zhang, menyikapi masa depan Luciano Spalletti di Nerazzurri.

 Ya, pelatih berkepala plontos itu kemungkinan besar didepak apabila gagal mempersembahkan gelar bagi La Beneamata musim ini. Apalagi Inter disebut-sebut sudah menyiapkan Antonio Conte sebagai pengganti Spalletti di musim panas mendatang.

Selain Seri-A, Inter masih berpeluang meraih gelar juara di Liga Europa dan Coppa Italia. Gelar di Coppa Italia agaknya menjadi hal paling realistis yang bisa diupayakan Spalletti. Maklum, Inter kian kepayahan di kompetisi domestik setelah takluk 0-1 dari Torino akhir pekan lalu. Hasil itu membuat Mauro Icardi dkk. tertahan di peringkat ketiga dan tertinggal 19 poin dari Juventus di puncak klasemen.

Dilansir La Gazzetta dello Sport, Rabu (30/1/2019), lolos ke Liga Champions musim depan saja belum cukup untuk menyelamatkan masa depan Spalletti di Nerazzurri. Ini artinya Inter wajib menang saat menjamu Lazio dalam perempat final Coppa Italia di Giuseppe Meazza, Jumat (1/2/2019) dini hari WIB. Derby della Madonnina melawan AC Milan sudah menanti Inter apabila mereka berhasil melewati hadangan Lazio.

Inter punya kabar baik karena tak terkalahkan dalam 12 laga kandang terakhir di semua kompetisi, sembilan di antaranya berbuah kemenangan. Namun Lazio merupakan lawan yang cukup alot ketika bertarung di Giuseppe Meazza. Si Elang mampu menaklukkan lawan tiga kali dalam tujuh lawatan terakhirnya ke markas Inter.

Salah satu kemenangan itu terjadi di musim 2016/2017 saat Lazio menyingkirkan Inter di Coppa Italia. Bertindak sebagai tuan rumah, Inter ditekuk 1-2 sehingga gagal melangkah ke semifinal. Mimpi buruk ini tentu tak ingin diulangi Spalletti pada laga kali ini. Eks arsitek Roma itu harus segera mencari solusi untuk mempertajam lini tajam.

Saat melawan Torino, Inter tak mampu mencetak gol meski mendominasi pertandingan. Nerazzurri juga punya kelemahan cukup mencolok dalam organisasi permainan. “Pemain juga cenderung individualis ketika kami tertinggal. Kami harus mengubah prinsip tim, bagaimana kami bermain,” ujar Spalletti seperti dilansir inter.it.

Lazio sendiri bukanlah tim yang mudah dikalahkan meski baru saja dibekuk Juventus 1-2 di Olimpico. Stefan Radu dkk. berhasil membuat Juve kerepotan dan membuat juara bertahan gagal mencetak satu peluang pun di babak pertama. Sebaliknya, Biancoceleste mampu mengemas sembilan tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Di laga nanti, Lazio bisa memanfaatkan lubang di pertahanan Inter menyusul absennya Stefan de Vrij karena cedera otot.

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, menilai timnya bakal meraih hasil positif jika mampu mempertahankan performa seperti akhir pekan lalu. “Jika kami terus bermain seperti itu, kami akan membuat fans bahagia,” ujarnya dilansir Sky Sport Italia.

 

Perkiraan Starting XI

Inter (4-2-3-1): Handanovic; D'Ambrosio, de Vrij, Skriniar, Asamoah; Brozovic, Gagliardini; Politano, Nainggolan, Candreva; Icardi.  Pelatih:Luciano Spalletti (Italia)

Lazio (3-5-1-1): Strakosha; Bastos, Acerbi, Radu; Marusic, Parolo, Lucas Leiva, Milinkovic-Savic, Lulic; Luis Alberto; Immobile.  Pelatih: Simone Inzaghi (Italia)