Pertama Sejak 1997, Semifinalis Coppa Italia Bukan dari Tim 4 Besar

Lazio (Reuters/Alberto Lingria)
01 Februari 2019 22:25 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, MILAN — Keberhasilan Lazio menyingkirkan Inter Milan di semifinal Coppa Italia, Jumat (1/1/2019) dini hari WIB, menciptakan sejarah baru bagi turnamen itu. Ini kali pertama dalam 22 tahun ajang Coppa Italia bakal menghadirkan empat semifinalis yang berpredikat tim di luar empat besar Seri-A musim kemarin.

Sebelum Lazio mendepak Inter dengan skor 5-4 (4-3 dalam adu penalti) di Giuseppe Meazza, sejumlah tim seperti AC Milan, Fiorentina dan Atalanta sudah terlebih dulu memberi kejutan di perempat final. Atalanta mampu mempermalukan juara bertahan Juventus tiga gol tanpa balas, Fiorentina menghabisi AS Roma dengan skor 7-1 serta Milan yang membenamkan Napoli dengan skor 2-0.

Meski tanpa empat besar, bukan berarti semifinal Coppa Italia kali ini bakal berlangsung hambar. Pertarungan menuju final dan gelar justru semakin sulit ditebak setelah Milan bakal bertemu Lazio serta Atalanta bersua Fiorentina di empat besar.

Laga Fiorentina melawan La Dea, julukan Atalanta, patut ditunggu karena mempertemukan dua kuda hitam dengan capaian impresif di Coppa Atalanta sejauh ini. Atalanta sendiri berambisi mengejar gelar Coppa Italia perdana mereka sejak tahun 1963.

Adapun pemenang laga Lazio kontra AC Milan bisa saja diklaim sebagai calon kuat pemenang trofi musim ini. Kali terakhir Biancocelesti menjuarai Coppa Italia enam musim silam, 2012/2013, sedangkan Milan lebih lama lagi yakni musim 2002/2003.

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, menilai timnya layak lolos ke semifinal dengan menggebuk Inter. Bahkan, manajer 42 tahun ini menyebut Lazio tak perlu melewati adu penalti andai tak ada performa gemilang Samir Handanovic. Kiper asal Slovenia itu membuat beberapa penyelamatan penting, termasuk dua kali menepis upaya Ciro Immobile.

Di menit-menit terakhir waktu normal, Handanovic kembali menggagalkan peluang emas Lazio yang didapat Felipe Caicedo. Handanovic tercatat melakukan delapan penyelamatan di waktu normal. “Penalti setelah 120 menit hanya memperpanjang pertandingan, tapi kelolosan kami jelas pantas,” ujar Inzaghi dilansir Football Italia, Jumat.