Manchester City Vs Arsenal: Tantangan Pertama The Citizens di Bulan Neraka

Manchester City (Reuters/Jason Cairnduff)
03 Februari 2019 14:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MANCHESTER - Februari ini seperti neraka bagi Manchester City. Tim besutan Josep "Pep" Guardiola dihadapkan pada jadwal kompetisi yang superpadat serta superberat. Bayangkan, Kevin de Bruyne dkk. harus menjalani tujuh laga di empat kompetisi berbeda sekaligus dalam rentang cuma sebulan.

Di Liga Premier, City akan bertemu Arsenal, Everton, Chelsea, dan West Ham United. Mereka juga harus bertemu Schalke pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, turun pada babak kelima Piala FA, plus kembali berjumpa Chelsea pada final Piala Liga. Tak ayal, Februari menjadi periode krusial bagi City untuk mempertahankan peluang quadruple musim ini.

City pantang terlena ketika melakoni laga perdana mereka di Februari ini dengan menjamu Arsenal pada matchday ke-25 Liga Premier di Etihad Stadium, Manchester, Minggu (3/2/2019) pukul 23.30 WIB. The Citizens, julukan City, bakal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sementara, Liverpool, menjadi dua poin jika mampu menaklukkan tim London Utara tersebut. Sebab, Liverpool baru turun pada matchday ke-25 dengan melawat ke kandang West Ham United, Selasa (5/2/2019) dini hari WIB.

The Citizens menelan empat kekalahan dalam sembilan laga terbaru mereka di Liga Premier. Paling gres, mereka dipermalukan 1-2 di markas Newcastle United, tengah pekan ini. Usia dua penggawa City, David Silva dan Fernandinho, plus cedera yang dialami Kevin de Bruyne ditengarai menjadi alasan Manchester Biru tidak semenakutkan seperti musim lalu.

"Tanpa motivasi kami tidak akan berada di sana [tangga juara], di semua kompetisi yang kami ikuti. Ini bukan hal baru. Kami sudah mengalami beberapa kali. Kembali ke trek prinsip-prinsip kami. Para pemain tahu apa yang harus mereka lakukan," ujar Guardiola, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Sabtu (2/2/2019).

Dua pelatih saling melempar pujian sebelum City dan Arsenal bertemu di Etihad malam nanti. Guardiola enggan jemawa meski memiliki rekor superior melawan Pelatih Arsenal, Unai Emery, dalam karier manajerialnya. Eks juru taktik Barcelona dan Bayern Munich itu tak pernah mencicipi kekalahan dalam 11 pertemuan melawan klub yang dibesut Emery, dengan perincian 7 kali menang dan 4 kali imbang.

"Hasil yang dia torehkan di Liga Premier sejauh ini sangat bagus. Mereka memang tersingkir dari Piala Liga dan Piala FA, namun apabila mereka bisa finis empat besar di Liga Premier sekaligus lolos ke Liga Champions musim depan maka itu akan jadi sukses besar," ungkap Guardiola, seperti dikutip skysports.com.

Emery membawa Arsenal menyodok ke zona Liga Champions setelah menaklukkan Cardiff City 2-1, tengah pekan ini. Eks pelatih Sevilla ini bisa-bisa mereplika taktik Pelatih Newcastle, Rafael Benitez, ketika menaklukkan City. Saat itu, Benitez memakai formasi 3-4-2-1 dengan menumpuk beberapa pemain di sektor gelandang. Taktik itu sukses membuat gelandang City, Fernandinho, sulit mendapat ruang di lini tengah.

"Biasanya kami selalu ingin mendominasi penguasaan bola namun melawan Manchester City mungkin itu mustahil diwujudkan. Ini akan jadi tantangan besar bagi kami dalam mempersiapkan laga ini," ujar Emery, seperti dikutip Theguardian.com.