Juventus Gagal Menang, Allegri: Kami Dihukum Parma

Juventus vs Parma (Reuters/Massimo Pinca)
03 Februari 2019 21:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, TURIN — Raja comeback menjadi julukan Juventus musim ini setelah mampu mengumpulkan 13 poin dari posisi tertinggal di ajang Seri-A. Kemampuan membalikkan keadaan pun menjadi salah satu alasan utama kenapa Bianconeri berada di posisi puncak. Ironisnya, Miralem Pjanic dkk. justru malah kebingungan ketika unggul lebih dulu dari lawan.

Laga kontra Parma di Allianz Stadium, Minggu (3/2/2019) dini hari WIB, menjadi bukti betapa naifnya skuat Bianconeri. Sempat unggul 2-0 kemudian 3-1, tim asuhan Massimiliano Allegri harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 3-3. Gol Gervinho di menit ke-93 benar-benar ditangisi pendukung Juventus karena membuat tiga poin di depan mata hilang begitu saja.

Hasil itu praktis menipiskan jarak Juve dengan Napoli yang menguntit di posisi kedua menjadi sembilan poin. Di saat yang sama, Napoli mampu menghajar Sampdoria dengan skor 3-0. “Kami dihukum Parma. Kami beruntung menang lawan Lazio, tapi kami dihukum oleh Parma,” sesal Allegri seperti dilansir Football Italia, Minggu.

Gol penyeimbang Parma di injury time memang tak perlu terjadi andai Mario Mandzukic langsung membuang bola dari area pertahanan sendiri. Saat itu Mandzukic justru menahan bola menuju bendera sepak pojok. Striker Parma, Roberto Inglese, akhirnya mampu mencuri bola dan melepaskan umpan mendatar yang mampu diselesaikan Gervinho.

Sebelum gol itu, Juve sempat unggul 2-0 lewat aksi Cristiano Ronaldo di menit ke-36 dan Daniele Rugani di menit ke-62. Sempat menipiskan ketertinggalan melalui Antonio Barilla di menit ke-64, tuan rumah kembali menjauh dengan keunggulan 3-1 via gol kedua Ronaldo dua menit berselang.

Petaka bagi tuan rumah mulai muncul ketika Parma kembali mengejar lewat gol Gervinho di menit ke-74. Gol ini sebenarnya bisa dihindari andai Rugani dan Caceres tak meninggalkan lubang lebar di pertahanan. Gervinho akhirnya menggenapi nestapa Juve menyusul aksinya di menit ke-93. “Kami tak bisa terus menganggap enteng sesuatu. Kami menurunkan kewaspadaan setelah unggul 3-1,” sesal Allegri.

Bianconeri sejatinya memang amat dominan dengan menguasai bola hingga 68%. Mereka melepaskan 28 tembakan, tujuh di antaranya on target dan dua membentur tiang gawang. Sedangkan Parma “hanya” punya 11 peluang dengan lima mengarah ke gawang. Beruntung Gialloblu punya Gervinho yang menjadi pembeda lewat dwigolnya. Usut punya usut, striker asal Pantai Gading itu memang “berjodoh” dengan gawang Juventus.

Dari dua laga melawan Nyonya Tua, Gervinho mampu mengemas tiga gol hanya dari empat tembakan ke gawang (total 151 menit di lapangan). “Saya sengaja memindah Gervinho untuk berhadapan dengan bek kiri Juventus, Leonardo Spinazzola [awalnya Gervinho bergerak di sayap kiri]. Dia memberinya banyak masalah dengan teknik dan kecepatan yang dia miliki,” ujar Pelatih Parma, Roberto D’Aversa.