Ingin Persis Tetap di Solo, Begini Aksi Suporter

Spanduk yang mengindikasikan agar Persis tetap bermarkas di Kota Solo pada Liga 2 tahun 2019 tersebar di sejumlah titik publik di Kota Bengawan. (Solopos/Chrisna Chanis Cara)
03 Februari 2019 22:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Penolakan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebagai homebase sementara Persis Solo musim ini kembali bergulir menyusul beredarnya spanduk protes di sejumlah titik publik di Kota Solo. Spanduk yang belum diketahui siapa pemasangnya itu mengindikasikan tekanan agar Laskar Sambernyawa tetap bermarkas di Kota Bengawan.

Pantauan Solopos.com, Minggu (3/2/2019), spanduk bertuliskan “Enjoy Solo #Sakbahagiamu” terpasang di depan Monumen Kebangkitan Nasional. Sedangkan di Jl. Slamet Riyadi wilayah Kerten muncul spanduk hampir serupa bertuliskan “Penak Ning Solo” hingga “Home Sweet Home”. Spanduk yang diperkirakan baru dua hari terpasang itu juga dibubuhi tagar “Sakbahagiamu”.

Deretan spanduk tersebut disinyalir dipasang suporter akar rumput yang tidak terafiliasi dengan kelompok suporter manapun. Dilihat dari konten spanduk yang cenderung seragam, mereka tampak tidak puas dengan rencana homebase Persis di Bekasi dan menyarankan agar tim tetap bermarkas di Solo. Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo dan pengelola Stadion Sriwedari sendiri telah menyatakan terbuka apabila Laskar Sambernyawa memakai stadion itu musim ini.

Saat dikonfirmasi, kelompok suporter Pasoepati, Surakartans serta Aliansi Suporter Surakarta kompak mengaku tak tahu menahu ihwal spanduk tersebut. “Bukan kami,” ujar Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, kepada Solopos.com, Minggu.

Perwakilan Aliansi Suporter Surakarta, Hanif Bagas, serta Surakartans, Adith, juga mengaku tak paham dengan pemasang spanduk tersebut. “Surakartans tidak membuat gerakan itu. Namun kami tidak tahu apabila ada anggota kami yang bergerak sendiri di luar komunitas. Kami tidak bisa membatasi ekspresi setiap anggota,” ujar Adith saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Meski kurang sepakat apabila Persis bermarkas di Sriwedari lantaran faktor keamanan dan kapasitas stadion, Adith mengaku menghormati gerakan sejumlah suporter akar rumput tersebut. Dia menilai mereka melakukan pendekatan berbeda dibanding aksi turun ke jalan yang dilakukan sejumlah elemen suporter sepekan lalu.

“Kalau melihat isi tuntutannya, mereka tampak sangat fokus agar Persis tetap di Solo. Mereka tidak menggunakan kata-kata “Bekasi” seperti “Bekasi Bukan Solusi” atau “Tolak Bekasi” yang justru malah semakin menggaungkan Bekasi itu sendiri,” kata dia.

Manajemen Persis Solo menyatakan Stadion Patriot belum menjadi opsi final untuk markas tim musim ini. Belakangan mereka menjajaki stadion lain seperti Stadion Trikoyo, Klaten, Stadion Maguwoharjo, Sleman, Stadion Gemilang, Magelang, Stadion Taruna, Sragen hingga Stadion Pacitan.

Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, masih enggan bicara soal peluang Persis bermarkas di Sriwedari. “Tunggu hasil rapat besok Selasa [5/2/2019],” ujarnya singkat.