Chelsea Diprediksi Pecat Sarri Akhir Musim Ini

Maurizio Sarri (Reuters/Ed Sykes)
05 Februari 2019 00:25 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, LONDON - Chelsea mengalami perfrorma naik turun pada musim ini bersama Maurizio Sarri. The Blues pun diprediksi bakal mendepak sang pelatih pada akhir msuim ini.

Seperti diketahui, Chelsea kerap gonta-ganti pelatih sejak klub tersebut diakuisisi oleh Roman Abramovich. Bahkan tak jarang, pelatih itu dipecat setelah meraih sukses di musim sebelumnya. Eks pemain Manchester United, Gary Neville, pun menyebut Sarri bakal memiliki nasib yang sama dengan pelatih-pelatih sebelumnya.

Sarri didatangkan Chelsea pada awal musim ini. Dia sempat membawa The Blues tak terkalahkan dalam 12 laga awal Liga Premier Inggris. Namun, setelah itu mereka ditumbangkan Wolverhampton dengan skor 1-2. Setelahnya, Chelsea justru tak konsisten.

Eden Hazard dkk. menelan tiga kekalahan dalam tujuh laga terakhir. Mereka sempat dikalahkan Arsenal 0-2 dan secara mengejutkan dilumat Bournemouth empat gol tanpa balas. Meski, Chelsea akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah menggasak Huddersfield Town, 5-0.

Neville menilai Chelsea akan tetap percaya pada Sarri di musim ini. Namun menurutnya, bukan tak mungkin Chelsea akan memecat Sarri pada akhir musim nanti. Sang pelatih sendiri masih memiliki kontrak hingga 2021 mendatang.

"Saya pikir Chelsea tidak akan memecat dia selama musim masih berlangsung tapi ada tanda-tanda bahaya yang membuat Anda berpikir bahwa tidak akan mengejutkan kalau pemecatan itu dilakukan selepas musim panas," terang Neville seperti dikutip dari Sky Sports, Senin (4/2/2019).

"Bukan karena saya menginginkan dia pergi, saya pikir dia sedang melakukan sebuah pekerjaan yang bagus, tapi melihat situasinya dia mungkin sadar dengan pekerjaan dia. Dia harus memandang para pemain dan melihat para pemain tidak akan melakukan apa yang dia ingin mereka lakukan."

"Mungkin mereka tidak akan pernah melakukannya. Tidak ada manajer yang sanggup mempertahankan pekerjaannya di Chelsea dalam waktu yang lama. Tidak ada manajer yang punya kendali. Manjer memang seharusnya mengendalikan dan menjadi suara dari klub sepakbola, tapi ada banyak politik yang terjadi," tandas Neville.