Mantap! Persis Solo U-15 Lolos ke Final Piala Soeratin

Pemain Persis Solo U-15 (kanan) tengah berduel dengan pemain PS Badung U-15 dalam semifinal Piala Soeratin U-15 di Stadion Soeprijadi, Blitar, Selasa (5/2 - 2019). (pssi.org)
05 Februari 2019 23:25 WIB Ahmad Baihaqi Indonesia Share :

Solopos.com, BLITAR — Agus Pratikno pernah sangat geram ketika tim asuhannya, Persis Solo U-17, bertarung menghadapi Jember United di laga final babak nasional Piala Soeratin 2014. Maklum saja, Persis yang sempat unggul 1-0 di babak pertama akhirnya kehilangan trofi setelah kebobolan tiga gol di sisa pertandingan.

Drama sempat tersaji saat Persis melakukan protes keras setelah Jember mendapat kado penalti di pertengahan babak kedua. Sebelum Dian Sasongko mengeksekusi bola yang membuat Jember unggul 2-1, Gilang Cakra Donya dkk. sempat mogok bermain. Lima tahun berselang, Agus berpotensi dihadapkan pada ketegangan yang sama setelah mampu membawa Persis ke lolos babak final Piala Soeratin U-15.

Di semifinal yang digelar di Stadion Soeprijadi, Blitar, Selasa (5/2/2019), Persis sukses menenggelamkan PS Badung U-15 dengan skor 3-1. Raka Gilang Yudatama dkk. ditunggu All Star Rahuning di partai puncak setelah tim asal Asahan itu mampu mengandaskan Persikomet Lampung dengan skor 3-0.

Saat dihubungi Solopos.com, Agus mengaku sudah melupakan kekalahan di final bersama Persis U-17 lima tahun silam. Pelatih yang akrab disapa Atik ini menegaskan inilah saatnya Persis mencetak sejarah di Piala Soeratin. “Lembaran itu sudah saya lupakan. Cukup ambil hikmahnya saja agar kali ini mendapat hasil yang lebih baik,” ujar Atik.

Perjuangan Persis di laga final yang digelar Stadion Soeprijadi, Kamis (7/2/2019) pukul 20.00 WIB, bakal lebih berat menyusul absennya Rosyid Al Hakim. Gelandang yang selalu menjadi pilihan utama di posisi starter itu mendapat kartu merah saat melawan PS Badung di semifinal.

Atik mengakui peran Rosyid selama ini cukup vital bagi Laskar Sambernyawa Muda. Saat semifinal Rosyid juga menyumbang satu gol untuk tim. “Persis bukan cuma tentang satu pemain. Kami sudah menyiapkan pelapis,” kata dia.

Kemampuan pemain mengalirkan bola dari kaki ke kaki menjadi faktor utama keberhasilan Persis melangkah ke final. Mereka bahkan sudah unggul sejak menit ketujuh lewat sepakan Rosyid. Persis kembali menambah pundi gol di babak kedua lewat M. Rohan Fahrurozi di menit ke-50 dan Anugerah Saifullah empat menit berselang. PS Badung hanya mampu membalas lewat Dwiki Ari di menit ke-70.