Persis Solo Pilih Stadion Maguwoharjo Jadi Kandang Sementara

Sekjen Persis Solo, Dedy M. Lawe (tengah), didampingi Pelatih Persis, Agus Yuwono (kanan) dan Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, memberikan pemaparan dalam jumpa persi di Mes Persis, Karangasem, Selasa (5/2 - 2019). (Solopos/Chrisna Chanis Cara)
06 Februari 2019 08:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Persis Solo resmi memilih Stadion Maguwoharjo, Sleman, sebagai kandang sementara untuk mengarungi kompetisi Liga 2 2019. Laskar Sambernyawa diperkirakan bakal ber-homebase di Sleman hingga awal Oktober 2019, sembari menunggu selesainya renovasi Stadion Manahan. Keputusan ini disambut antusias para suporter yang sebelumnya memprotes keras pemilihan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebagai homebase tim.

Kepastian Persis bermarkas di Maguwoharjo disampaikan Sekjen Persis, Dedy M. Lawe, dalam jumpa pers di Mes Persis, Karangasem, Selasa (5/2/2019). Sebelum menyampaikan keputusan tersebut, manajemen menggelar rapat dengan elemen suporter yakni Pasoepati dan Surakartans. 

Dedy mengatakan Maguwoharjo menjadi kandang sementara Persis hingga renovasi Stadion Manahan selesai akhir September atau awal Oktober. Jika kompetisi diperkirakan dimulai Mei, Persis praktis hanya berada di Sleman sekitar enam bulan. “Nanti kalau renovasi Stadion Manahan sudah selesai, kami akan kembali ke Solo,” ujar Dedy.

Pemilihan Maguwoharjo bisa dibilang mengejutkan mengingat sebelumnya Persis hampir memastikan akan bermarkas di Stadion Patriot. Namun gelombang protes dari suporter Persis direspons manajemen dengan melakukan survei di setidaknya lima stadion lain, termasuk Maguwoharjo hingga kandang Persis musim lalu, Stadion Wilis. 

Dedy mengatakan Maguwoharjo menjadi pilihan realistis karena kapasitas penontonnya relatif besar, mencapai 31.700 orang. “Kami butuh stadion berdaya tampung besar untuk mewadahi animo suporter. Maguwoharjo jelas sangat representatif untuk itu,” ujar Dedy.

Aksesibilitas juga menjadi pertimbangan manajemen memilih stadion yang berjuluk “Mini San Siro” itu. Jarak Solo-Jogja yang bisa ditempuh maksimal 1,5 jam jelas memudahkan suporter untuk mendukung Laskar Sambernyawa. Dedy menyebut pemangku kepentingan di Sleman, manajemen PSS maupun pendukung PSS (Brigata Curva Sud dan Slemania) juga menyambut baik rencana homebase Persis di Maguwoharjo. 

“Kami tahu beberapa waktu lalu sempat ada insiden yang menewaskan suporter [seusai celebration game PSS melawan Persis di Sleman]. Namun kami akan berkoordasi dengan pihak berkepentingan, termasuk Kapolda Jogja untuk mengatur pengamanan. Mas Langgeng Jatmiko [Manajer Persis] rencananya akan ke Jogja besok Kamis [7/2/2019],” kata Dedy.

Meski bakal bermarkas di Maguwoharjo, Persis dipastikan tetap menggelar latihan rutin di Solo dan sekitarnya. Persis juga masih akan memakai bangunan di Karangasem sebagai mes pemain musim ini. Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengapresiasi manajemen yang mau mendengar suara suporter. “Tentu kami sangat senang akhirnya tidak jadi ke Bekasi,” ujar Rio, sapaan akrabnya.

Disinggung potensi gesekan antarsuporter dalam perjalanan, Rio bakal membuat sistem baru agar seluruh suporter bisa berangkat bersamaan. “Ini bisa mengurangi potensi insiden daripada suporter berangkat terpisah-pisah.” 

Perwakilan Surakartans, Arya Dita, menngatakan pemilihan Maguwoharjo jelas bakal meningkatkan animo suporter untuk mendukung tim. “Jarak ke Jogja tentu lebih dekat ketimbang ke Madiun dan Bekasi.”