Kok Cuma Gelar Seleksi Pemain Sehari, Persis?

Para pemain Persis Solo menjalani latihan di Stadion Wilis. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
07 Februari 2019 19:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Rencana Persis Solo melakukan seleksi pemain untuk bergabung dengan tim hanya dalam waktu satu hari mendapat sorotan dari suporter. Pemilihan skuat hanya dalam satu hari dinilai janggal.

Seperti diketahui, Persis berencana melakukan seleksi sekitar 40 pemain di Stadion Sriwedari pada Rabu (13/2/2019). Para pemain yang diundang merupakan jebolan Liga 1 dan Liga 2 Indonesia. Selanjutnya, nama-nama yang sudah terpilih akan langsung disodori kontrak pada Kamis-Jumat (14-15/2). Hal itu diklaim dilakukan untuk mempersiapkan tim lebih dini.

Namun, sesepuh Pasoepati, Suprapto atau lebih dikenal sebagai Prapto Koting, menilai hal itu sebagai sebuah kejanggalan. Ia mengakui belum mengetahui apakah seleksi itu murni untuk mencari pemain atau hanya sebagai seremonial atau formalitas semata.

“Kebutuhan satu tim mungkin 24-25 pemain, mungkin kurang dari itu. Masalahnya, kita ini belum tahu apakah ini pemain lokal atau luar? Atau mungkin pemain itu dibawa oleh Pelatih Agus Yuwono? Atau malah titipan manajemen? Saya juga belum tahu,” paparnya saat dihubungi Solopos.com, Kamis (7/2/2019) petang.

Menurutnya, jika pencarian pemain murni dengan sistem seleksi, tim pelatih seharusnya mencari talenta-talenta yang bagus. Lebih dari itu, talenta bagus belum tentu klop dengan skema yang diterapkan pelatih. Bisa juga talenta tidak bisa menyatu dengan tim.

“Jadi seleksi itu mau cari pemain belakang, depan, atau tengah? Atau mau bagaimana? Tapi ya masa hanya sehari?” ujar lelaki yang tinggal di Ngringo, Jaten, Karanganyar tersebut.

Meski menilai seleksi itu janggal, Prapto berkeyakinan pelatih kemungkinan sebenarnya sudah mempersiapkan nama-nama pemain yang akan dipanggil. Dengan kata lain, pelaksanaan seleksi pada Rabu pekan depan lebih tepat disebut sebagai acara seremonial untuk seleksi.

“Kalau memang target Liga 1 dengan perekrutan pemain sehari, apa ya nalar? Tapi kalau mempersiapkan Liga 1, target tidak terdegradasi, itu nalar. Kalau benar mau naik ke Liga 1, enggak realistis seleksi hanya hari. Buat klub apapun kalau seleksi satu hari itu janggal. Kecuali memang sudah ada gambaran-gambaran, ini mau diambil, itu lain lagi,” papar dia.