Parma Vs Inter Milan: Mana Golmu, Icardi?

Mauro Icardi (Reuters/Alessandro Garofalo)
08 Februari 2019 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, PARMA - Mauro Icardi pernah disebut-sebut bakal menjadi pesaing terberat Cristiano Ronaldo dalam perebutan Capocannoniere alias top scorer Seri-A musim ini. Namun hingga giornata ke-22, Icardi terpaut delapan gol dari Ronaldo yang menyokong 17 gol untuk Juventus dan menduduki daftar sementara Capocannoniere.

Icardi memang sempat tancap gas pada paruh pertama Seri-A musim ini. Sayangnya, produktivitas suami Wanda Nara tersebut terus menurun. Icardi belum pernah menyokong gol untuk Inter Milan pada Seri-A sejak Natal lalu.

Kali terakhir bomber asal Argentina ini mencatatkan namanya di papan skor pada laga Seri-A, yakni ketika Inter menaklukkan Udinese 1-0 pada 12 Desember 2018 lalu. Artinya hampir dua bulan Icardi mandul gol di kompetisi kasta tertinggi di Italia ini.

Seretnya gol Icardi berdampak pada penampilan Nerazzurri, julukan Inter. Inter gagal menang dalam tiga laga terbaru mereka di Seri-A. Posisi Nerazzurri masih tertahan di peringkat ketiga klasemen dan semakin tertinggal 20 poin dari Juventus dan 11 poin dari Napoli yang masing-masing menempati urutan pertama dan kedua klasemen.

Wajar apabila Inter berharap Icardi bisa menghentikan paceklik golnya di Seri-A ketika bertemu Parma di Stadio Ennio Tardini, Parma, Minggu (10/2/2019) pukul 02.30 WIB. Posisi Icardi di ujung tombak Inter bisa terancam apabila dirinya kembali mandul gol.

Striker muda Inter, Lautaro Martinez, siap menggantikan posisi eks bomber Sampdoria ini. Lautaro sejauh ini hanya menjadi ban serep bagi Icardi. Ia hanya dimainkan lima kali sebagai starter di Seri-A musim ini. Kendati begitu, pemain berusia 21 tahun ini menyokong 3 gol dalam 588 menit alias rata-rata mencetak satu gol dalam 196 menit.

Itu membuatnya memiliki rasio menit per gol miliknya tak kalah jauh ketimbang Icardi yang rata-rata mencetak 1 gol dalam 175 menit. Lautaro juga memastikan tidak memiliki masalah dengan Pelatih Inter, Luciano Spalletti. Beberapa bulan lalu, ayah Lautaro mengungkapkan kekecewaannya kepada Spalletti yang jarang memainkan anaknya sebagai starter melalui akun media sosial Twitter.

"Spalletti? Segalanya baik-baik saja di antara kami, tidak ada masalah sama sekali. Saya menjelaskan ke dia, ayah saya seorang pemain yang lahir di ruang ganti dan kami keluarga yang sangat bersemangat. Ayahku keliru ketika dia menulis itu, dia tetap manusia biasa. Dia hanya bereaksi melihat kondisi anaknya, namun semuanya sudah baik-baik saja, saya berlatih dan menunggu momenku [dimainkan]," jelas Lautaro, seperti dilansir football-italia.net, Jumat (8/2/2019).