Gagal Juara Piala Soeratin U-15, Persis Solo Siapkan Tim U-14

Pemain dan Ofisial Persis Solo U-15 bersama suporter berfoto bersama setelah tim tersebut menjadi runner up Piala Soeratin U-15 2019. Persis kalah 1-2 dari All Star Rahuning Asahan, Sumatra Utara, di final yang dilangsungkan di Stadion Soeprijadi, Blitar, Jatim, Kamis (7/2 - 2019) malam. (Istimewa/Edwi Puryono)
08 Februari 2019 09:30 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, BLITAR—Tim Persis Solo U-15 gagal menorehkan sejarah di ajang Piala Soeratin U-15. Sempat unggul 1-0, Persis tak mampu memanfaatkan peluang juara untuk kali pertam dan menyerah di kaki All Star Rahuning Asahan dengan skor 1-2.

Pada final yang digelar di Stadion Soeprijadi, Blitar, Jawa Timur, Kamis (7/2/2019) malam, kekalahan Persis terjadi secara dramatis karena gol kemenangan Asahan muncul pada babak perpanjangan waktu.

Tak hanya gagal menjadi juara untuk kali pertama, pertandingan kemarin juga jadi laga menyakitkan kali kedua bagi sang pelatih Agus Pratikno. Pelatih yang akrab disapa Atik tersebut pernah gagal di laga final Piala Soeratin saat membesut Persis U-17 pada 2014 silam. Kali ini, tekad Atik membawa Laskar Sambernyawa Muda meraih trofi juara kembali kandas pada laga final.

Secara umum, kedua tim bermain saling menyerang sejak menit awal pertandingan. Persis unggul lebih dulu melalui sepakan keras Anugerah Saifullah Kushadi pada menit ke-14. Ia memanfaatkan kesalahan kiper All Star Rahuning Reza Satria yang gagal menangkap bola secara sempurna. Persis memimpin 1-0.

Jual-beli serangan terus terjadi karena kedua tim bermain terbuka. Hingga babak pertama yang berdurasi 40 menit selesai, Persis masih unggul 1-0.

Pada babak kedua, All Star Rahuning bermain lebih ngotot dan taktis. Para pemain belakang Persis yang digawangi Muh. Farchan Rendra Kesuma, Muh. Rizki Aditya, Naufal Akbar Azzam, dan Rakha Gilang Yodhatama, dipaksa bekerja keras membendung serangan Amanda Nirwana Putra dkk.

Petaka bagi Persis datang pada menit ke-65. Tendangan bebas dari luar kotak penalti yang dilesakkan Amanda gagal dihalau kiper Persis Nova Romadhona. Kedudukan imbang 1-1. Hingga waktu normal 80 menit berakhir, kedudukan tetap sama, 1-1.

Pada babak perpanjangan waktu, kedua tim terus bertarung untuk membuat gol. Namun, belum juga ada gol yang tercipta di babak pertama. Pada perpanjangan waktu awal babak kedua mimpi buruk Persis benar-benar datang. Sebuah gol dari Ardi Ardiana yang menusuk dari tengah membuat All Star Rahuning berada di atas angin.

Upaya para pemain Persis mengejar ketinggalan tak membuahkan hasil. Bahkan, salah satu pemain belakang Persis, Raihan Al Manna, mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-98. Ia terpaksa harus diusir dari lapangan setelah dinilai wasit melakukan pelanggaran berat kepada pemain lawan. Sebelumnya, pada menit ke-74, Raihan sudah mendapat kartu kuning pertama karena melakukan pelanggaran.

Pelatih Persis Junior, Agus Pratikno yang biasa dipanggil Atik menilai anak didiknya sudah bermain maksimal. Mereka telah menjalankan instruksi pelatih dengan sebaik-baiknya. Hanya saja, keberuntungan belum menghampiri mereka malam itu sehingga gelar juara yang ada di depan mata menjadi lenyap seketika. "Gol balasan dari lawan yang jelas karena situasi seperti itu untuk kiper sulit untuk mengantisipasi," ujar Atik seusai pertandingan.

Dia menyadari pressing pemain belakang Persis sempat agak kendur sehingga lawan bisa menceploskan gol. Gol kedua atau gol penentuk kemenangan All Star Rahuning juga terjadi karena keteledoran lini belakang Persis.

"Anak-anak dan semua kru ingin jadi yang terbaik di Indonesia kategori U-15. Tapi ternyata hasil akhir menyatakan kami belum mendapatkan kesempatan itu. Semoga dari pengalaman malam ini, kami bisa berbenah untuk tahun depan," tutur Atik.

Sementara itu, Pelatih Persis U-15, Christian Very Saputra, saat dihubungi solopos.com, Kamis malam, menilai anak asuhnya kurang beruntung. "Dewi Fortuna memang belum berpihak kepada kami," ungkapnya.

Tak ingin larut dalam kesedihan, Very sudah menyiapkan rencana pembentukan Tim Persis U-14 yang dapat berlaga tahun depan. Menurutnya, kekalahan kemarin malam harus dilupakan. "Bagaimana pun, kami harus move on, tidak berhenti pada kekalahan ini. Kami akan siapkan untuk laga-laga yang akan datang," tuturnya.