Liga 3 Jateng Digeber Akhir Juni 2019

Ilustrasi Sepak Bola (Solopos/Whisnu Paksa)
10 Februari 2019 23:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SEMARANG - Liga 3 di Jawa Tengah bakal dimulai paling cepat 20 Juni 2019 mendatang. Hal itu menjadi salah satu informasi yang disampaikan dalam Kongres Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (9/2/2019).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Liga 3 di Jawa Tengah diasumsikan bakal diikuti oleh 24 klub. Sementara persyaratan tentang pemain yang masuk kategori pemain amatir masih menunggu petunjuk lanjutan dari PSSI.

Laga Liga 3 Indonesia berformat full kompetisi dengan fase grup dan knock out. Menilik jumlah klub yang bertanding, rencananya dibuat empat grup dengan masing-masing grup berisi lima sampai enam klub.

“Totalnya ada 149 pertandingan. Itu yang saya dapatkan di buku laporan pertanggungjawaban pengurus,” ungkap Sekretaris PSISra Sragen, Aziz Kristanto, saat dihubungi Solopos.com.

Dalam laporan itu juga dicantumkan tahapan Liga 3 Jawa Tengah seperti sosialisasi yang dimulai 22 Maret 2019; pendaftaran klub pada 1-20 April 2019; verifikasi klub dan stadion 22-30 April 2019; manager meeting, workshop panpel, dan admin pada 15 Juni 2019; pendaftaran pemain dan kick off pada 20-30 Juni 2019; dan final pada Oktober 2019.

“Setelah agenda kongres ini, kami akan bicarakan dengan pengurus PSISra, kami jadi ikut atau tidak,” ujarnya.

Manajer Persebi Boyolali, Kukuh Hadi Atmo, mengatakan sudah mengetahui jadwal yang disampaikan dalam Kongres PSSI Jateng. Menurutnya, timnya akan melakukan persiapan serius pada Maret akhir atau April mendatang. “Kami masih membicarakan seputar persiapan ini karena nanti juga ada Bulan Puasa dan Lebaran,” kata dia.

Lelaki yang akrab disapa Tatang tersebut mengatakan Persebi bakal melakukan penjaringan pemain. Penjaringan yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu ternyata belum memenuhi ekspektasi.

“Kemarin yang sudah ikut penjaringan ada yang kami panggil, ada yang tidak. Ternyata hanya ada beberapa yang bisa dipakai untuk Liga 3. Kebanyakan mereka ini usianya terlalu muda. Tapi mungkin bisa difasilasi di U-19 atau U-17,” terangnya.

Lebih lanjut, Persebi menyatakan tak memiliki kendala finansial atau logistik. Tahun ini mereka menargetkan mampu promosi ke Liga 2 Indonesia. Sementara sekjen Persiharjo, Wagino, mengaku pihaknya masih mencari sosok yang tepat mengisi kursi manajer. Selebihnya, klub belum melakukan persiapan apapun.