Prediksi Manchester United Vs Paris Saint Germain

Aksi pemain Manchester United, Paul Pogba, dalam pertandingan pekan ke-23 Liga Inggris melawan Brghton & Hove Albion di Stadion Old Trafford, Inggris, Sabtu (19/1 - 2019) malam WIB. (Reuters/Peter Powell)
12 Februari 2019 09:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MANCHESTER - Manchester United seolah terlahir kembali sejak ditangani Ole Gunnar Solkjaer, Desember 2018 lalu. Tim berjuluk Setan Merah ini melesat dengan 10 kemenangan dan sekali imbang dalam 11 pertandingan di semua kompetisi.

Solksjaer juga mengembalikan ciri khas permainan United sebagai tim ofensif sekaligus mengubur pola parkir bus yang pernah dipertahankan pada masa kepelatihan Jose Mourinho. Terbukti, serangan Paul Pogba dkk. lebih tajam dengan mengemas 28 gol dalam 11 laga, alias rata-rata mencetak 2,5 gol per pertandingan.

Namun, reinkarnasi United bersama Solskjaer itu akan menemui babak baru. Ketangguhan mereka bakal diuji klub kaya-raya asal Prancis, Paris Saint Germain (PSG) pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Old Trafford, Manchester, Rabu (13/2/2019) pukul 03.00 WIB.

Untungnya, Liga Champions bukan panggung asing bagi Solskjaer. Dia pernah mengangkat Si Kuping Lebar, julukan trofi Liga Champions, saat masih menjadi pemain United pada 1998/1999. Di era itulah, Solskjaer menjadi bagian skuat United yang sukses dengan treble winner bersama pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson.

"Malam terhebat dalam karierku adalah malam di Liga Champions, jadi tentu saja ketika Anda berada di panggung ini, semua sorotan akan tertuju, ada laga yang benar-benar Anda nantikan. Apakah saya berpikir akan menjuarai Liga Champions [sebagai pelatih United]? Saya tidak berpikir sejauh itu. Sekarang yang saya pikirkan bagaimana lolos ke babak selanjutnya dengan mengalahkan PSG," ujar Solskjaer, seperti dilansir uefa.com, Senin (11/2/2019).

Media-media Inggris menyebut kemenangan atas PSG akan menjadi tiket garansi Solskjaer untuk mematenkan statusnya sebagai pelatih United musim depan. Maka bisa dibilang, pertandingan babak 16 besar melawan PSG sebagai pertaruhan masa depan pelatih berjuluk The Baby-faced Assassin ini di Old Trafford.

United diuntungkan dengan absennya beberapa pemain PSG. Dua bomber Les Parisiesn, Neymar dan Edinson Cavani, dipastikan tidak bisa merumput di Old Trafford karena cedera. Tanpa Neymar dan Cavani, PSG berarti kehilangan stok 41,17 persen gol di Liga Champions musim ini. Kombinasi keduanya menyokong 7 gol dari total 17 gol milik Les Parisiens di fase grup lalu.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, sontak harus memeras otak untuk mencarikan pendamping Mbappe di lini depan timnya. Besar kemungkinan, eks juru taktik Borussia Dortmund itu bakal menarik maju Angel di Maria dan Julian Draxler untuk membentuk trisula dadakan bersama Mbappe di lini serang Les Parisiens.

PSG memiliki pengalaman manis melawan klub Inggris pada dua kali babak 16 besar Liga Champions. Les Parisiens menyingkirkan Chelsea pada babak 16 besar Liga Champions 2014/2015 dan 2015/2016 masing-masing dengan agregat 3-3 (unggul produktivitas gol tandang) dan 4-2.

Namun kunjungan terbaru PSG ke Negeri Ratu Elizabeth II benar-benar menyesakkan dada pendukung mereka. PSG dibekuk 2-3 di markas Liverpool, pada fase grup, September lalu. Padahal saat itu, PSG bermain dengan skuat komplet, termasuk bersama Neymar dan Cavani.