Ingin Akhiri Rivalitas, Pasoepati Siap Berkomunikasi dengan Brajamusti

Pasoepati merayakan kemenangan Persis Solo (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
12 Februari 2019 20:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Pasoepati menyatakan siap menjalin komunikasi dengan segenap elemen suporter di Yogyakarta menyikapi perpindahan sementara markas Persis Solo ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, musim ini. Setelah persaudaraan telah terjalin manis dengan kelompok fans PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), Pasoepati tak menutup peluang untuk duduk bersama dengan suporter PSIM Jogja, Brajamusti.

Sama-sama bagian dari trah Mataram, Pasoepati dan Brajamusti memang punya sejarah rivalitas panjang. Perselisihan pun kerap muncul di dalam maupun luar lapangan hijau. Namun belakangan momentum perdamaian tampaknya mulai muncul dari kedua musuh bebuyutan tersebut.

Ini diawali saat Brajamusti memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-19 pada Pasoepati, 9 Februari 2019 lalu. “Selamat ulang tahun Rival @PasoepatiNet yang ke 19th,” cuit akun twitter @Brajamusti_YK.

Ciutan itu langsung direspons positif sejumlah warganet yang melihat mulai ada jalan perdamaian antara kedua suporter. Bak gayung bersambut, Pasoepati giliran menunjukkan empati saat Guntur Artamadji Sugiharto, sesepuh suporter PSIM Jogja, meninggal dunia Senin (11/2/2019).

Pasoepati mengirim karangan bunga ke kediaman almarhum di Jl. Sidokabul No.19, Umbulharjo, Jogja. Wakil Presiden Pasoepati, Surya Panca, menegaskan Pasoepati selalu terbuka dengan ide rekonsiliasi suporter, termasuk dengan Brajamusti.

“Kami siap jika ada dialog mengenai itu. Bukan cuma dalam kerangka Persis mau bermarkas di Maguwoharjo, tapi secara luas yakni untuk mewujudkan perdamaian antarsuporter,” ujar Surya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (12/2/2019).

Sebelumnya, Presiden Brajamusti, M. Burhanudin, telah mengirim sinyal siap berdialog untuk memperbaiki hubungan dengan Pasoepati. Surya Panca berharap ada penengah yang dapat memfasilitasi dialog antara kelompoknya dengan Brajamusti.

“Mungkin nanti kepolisian bisa menjadi mediator saat membahas masalah homebase Persis bersama kelompok suporter di Jogja. Yang jelas kami ingin mengawali hubungan dari titik awal lagi, jangan sampai ada korban lain karena rivalitas ini,” ucapnya.

Di sisi lain, Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, juga berkomitmen kulanuwun dengan setiap elemen suporter di Jogja, tak terkecuali Brajamusti. “Insya Allah iya, kami akan sowan,” ujarnya.