Peserta Seleksi Persis Solo Membengkak Jadi 60 Pemain

Pemain Persis Solo menjalani latihan (Istimewa)
13 Februari 2019 07:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Persaingan untuk masuk dalam skuat Persis Solo musim ini dipastikan makin ketat. Setidaknya ada 60 pemain se-Nusantara yang bakal mengikuti seleksi di Stadion Sriwedari, Rabu (13/1/2019) pagi. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 pemain dibanding rencana awal yakni 40 pemain.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, 60 pemain undangan tersebut itu bakal dipecah menjadi empat tim saat mengikuti seleksi (15 orang per tim). Para pemain dari keempat tim diminta unjuk kemampuan dalam game yang masing-masing bakal berlangsung 2x20 menit. Seleksi yang dapat disaksikan masyarakat umum itu rencananya digelar pukul 07.30 WIB hingga 09.00 WIB.

Pelatih Persis, Agus Yuwono, mengakui ada penambahan jumlah pemain yang ikut dalam seleksi tertutup. Menurut Agus, hal tersebut justru bagus karena dia memiliki banyak alternatif untuk membentuk skuat musim ini. Pelatih asal Malang itu bakal mengoptimalkan seleksi yang amat singkat tersebut untuk menjaring pemain yang sesuai kebutuhan tim.

Pemain dengan mental dan karakter petarung serta dapat bermain secara tim disebut menjadi bidikan utama pelatih yang akrab disapa AY itu. “Kami belum bisa memastikan akan mengambil berapa pemain dalam seleksi ini. Yang jelas hanya pemain yang sesuai karakter Persis yang akan diambil,” ujar Agus saat dihubungi Solopos.com, Selasa (12/2/2019).

Eks Pelatih Perseru Serui ini tak menampik waktu seleksi yang hanya beberapa jam cukup mepet untuk melihat pemain secara detail. Namun Agus belum berencana memperpanjang waktu seleksi dalam waktu dekat. “Jadwalnya memang cuma memang sehari, ya nanti kami lihat dulu hasil besok seperti apa,” kata dia.

Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, membenarkan jumlah peserta seleksi bertambah menjadi 60 pemain. Langgeng mengklaim membeludaknya peserta seleksi menjadi bukti Laskar Sambernyawa banyak menarik minat para pemain profesional. Menurut Langgeng, peserta seleksi rata-rata berasal dari jebolan Liga 2 dan Liga 1. Langgeng sendiri enggan membeberkan pemain yang bakal ikut seleksi.

“Kami menambah kuota pemain seleksi karena ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya pada pemain yang dirasa punya potensi. Masalah berapa yang diambil, itu wewenang tim pelatih.”

Sementara itu, Pasoepati berkomitmen mengawal proses seleksi pemain Persis hingga tuntas. Hal ini agar seleksi dilakukan dengan transparan dan fair sehingga dapat membentuk skuat tim yang ideal. Di sisi lain, Pasoepati menyayangkan waktu seleksi yang teramat mepet sehingga berpotensi memunculkan problem bongkar pasang pemain di kemudian hari.

“Persis harus belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Tim ini mau menghadapi sebuah kompetisi panjang, bukan kejuaraan atau turnamen. Mestinya waktu seleksi bisa ditambah agar tidak terjadi bongkar pasang pemain. Ini bisa merugikan kesolidan tim dalam jangka panjang,” kata Wakil Presiden Pasoepati, Surya Panca.