Persis Solo Masih Butuh Seleksi Sekali Lagi

Peserta seleksi tim Persis Solo unjuk kemampuan di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (13/2 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
14 Februari 2019 10:40 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO—Sebanyak 45 pemain dari total 70 pemain (bertambah dari 60 pemain berdasar informasi sebelumnya) yang diundang tim pelatih Persis Solo mengikuti seleksi di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (13/2/2019) pagi.

Namun demikian, tim pelatih belum puas dengan hasil tersebut. Sebanyak 22 pemain terpilih akan mengikuti seleksi tahap II yang rencananya digelar di Lapangan AURI Colomadu, Karanganyar, pada Kamis (14/2/2019) pagi.

Pelatih baru bisa menentukan siapa saja pemain yang layak memperkuat Laskar Sambernyawa pada Liga 2 Indonesia musim 2019 setelah seleksi tahap II tersebut.

Beberapa pemain yang ikut dalam seleksi pada Rabu pagi di antaranya Dimas Galih Gumilang (mantan pemain Persis Solo), Nanang Asripin (mantan pemain Semen Padang), Jodi Kustiawan (mantan Persela Lamongan), Tinton Suharto (mantan pemain PSIM Jogja dan Persis Solo), dan Muhammad Radikal Idealis (mantan pemain PSIR Rembang).

Seleksi ditangani langsung Pelatih Persis Solo, Agus Yuwono, dibantu asisten pelatih Choirul Huda dan pelatih kiper Ahmad Nurosyadi.

Seleksi dilakukan dengan membagi pemain menjadi enam tim. Mereka kemudian menjalani latih tanding. Terdapat tiga sesi pertandingan pagi itu. Ada sebagian pemain yang bermain dua kali karena jumlah pemain yang ikut seleksi hanya 45 orang.

Agus Yuwono yang akrab disapa AY, saat ditemui wartawan seusai seleksi mengatakan sebenarnya hanya mengagendakan sekali seleksi. Namun, banyak pemain yang diundang tak hadir dalam seleksi tersebut.

“Ternyata banyak juga yang tidak hadir. Kemampuan mereka sangat tipis sekali [perbedaan kualitasnya]. Kami perlu lihat lagi besok [Kamis] di seleksi kedua,” ucap AY.

Ia mengatakan dari 45 pemain yang datang seleksi hari itu, tim pelatih akan mengerucutkannya menyesuaikan posisi yang diperlukan tim. Ia tak mau ada beberapa pemain yang ternyata memiliki posisi yang sama.

“Jangan sampai pemain menumpuk pada posisi tertentu. Kami harus membuat keseimbangan kerangka tim,” ungkap AY.

Lebih lanjut, prinsip utama pemilihan pemain adalah menyesuaikan kebutuhan tim. Namun, ia akan lebih senang jika para mantan pemain Persis bisa kembali memperkuat Persis musim ini.

“Dari yang seleksi ini tadi ada sekitar 40% sesuai kriteria. Yang kami inginkan terutama yang punya kecepatan dan kemampuan. Kami agendakan jadwal latihan pertama awal Maret 2019,” terangnya.

Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, mengatakan terdapat 22 pemain yang akan dipanggil untuk seleksi tahap II. Dua di antaranya adalah Dimas Galih dan Nanang Asripin.

Selain pemain yang ikut seleksi, Persis juga sudah memprioritaskan 10 pemain untuk segera mendapat kontrak. Hanya saja, mereka belum menemui kata sepakat. “Sebanyak 10 orang itu ada sebagian yang pemain Persis musim lalu dan sebagian lagi dari luar,” tutur Langgeng saat ditemui wartawan, Rabu.

Meski demikian, Langgeng tak mau membuka identitas 10 pemain yang dimaksud. Ia beralasan, mereka masih dalam taraf nego sehingga belum ada kepastian bisa bergabung dengan Persis atau tidak.

“Kami ditarget menyelesaikan skuat pada 19 Februari 2019, termasuk yang ikut seleksi. Tapi kami prioritaskan yang 10 pemain itu dulu,” tutur dia.

Sementara itu, salah satu pemain yang mengikuti seleksi, Jodi Kustiawan, menyatakan memprioritaskan dapat bergabung dengan Persis musim ini. Pemain asal Ngawi, Jawa Timur yang biasa berposisi sebagai stopper itu tak mendapat kontrak baru dari Persela Lamongan. Ia sempat dipinjamkan ke PSS Sleman. Namun, Super Elang Jawa juga tak mempertahankannya di dalam skuat.

“Saya prioritas ke Persis karena jarak lebih dekat dengan rumah. Tahun ini saya mau mengurus pernikahan. Selain itu saya melihat peluang Persis naik ke Liga 1 lebih besar,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai seleksi.