Adik Legenda Timnas Indonesia Siap Bela Persis Solo

Abdul Aziz (Solopos/Ivan Andimuhtarom)
14 Februari 2019 20:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Pencinta sepak bola era 1990-an sampai awal 2000-an tentu tak asing dengan nama Bejo Sugiantoro. Dia adalah pemain sepak bola asal Sidoarjo, Jawa Timur yang pernah memperkuat sejumlah tim besar di Indonesia.

Bejo yang berposisi sebagai bek itu pernah memperkuat Persebaya Surabaya, PSPS Pekan Baru, Mitra Kukar, Persidafon Dafonsoro, Deltras Sidoarjo, hingga mengakhiri karier sebagai pemain di Mojokerto Putra pada musim 2013. Bejo juga memperkuat Timnas Indonesia pada 1997-2004.

Ia dianggap sebagai legenda hidup Persebaya Surabaya karena membela Bajol Ijo selama dua periode yaitu 1994-2002 dan 2004-2008. Kini ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Persebaya mendampingi Palatih Djajang Nurjaman.

Bejo ternyata memiliki adik yang mengikuti jejaknya sebagai pemain sepak bola profesional. Adik bungsu dari empat bersaudara tersebut adalah Abdul Aziz, 23. Ia termasuk satu di antara 22 pemain yang mengikuti seleksi tahap II yang dilakukan Persis Solo di Lapangan AURI Colomadu, Karanganyar, Kamis (14/2/2019).

Senada dengan sang kakak, Aziz juga berposisi sebagai bek. Ia bisa bermain sebagai stopper atau juga bek kanan maupun bek kiri. Sebelum menjalani seleksi di Persis, Aziz pernah berbagai di klub seperti Rumbai FC Riau dan Belitung FC. “Saya berkomitmen untuk dapat membela Persis Solo musim ini,” ujar mantan pemain Pelindo itu saat ditemui awak media seusai mengikuti seleksi, Kamis.

Meski berstatus sebagai adik legenda hidup sepak bola Indonesia ia mengaku tak ada beban. Ia memang melakukan semuanya sendirian tanpa bantuan sang kakak. “Jujur saja, saya belum pernah berlatih dengan kakak sulung saya itu,” kata dia.

Satu-satunya hal terkait sepak bola yang ia ingat adalah pengalamannya kala memperkuat tim Surabaya menghadapi Jombang dalam Porprov Jawa Timur beberapa tahun lalu. Saat itu sang kakak memberinya motivasi dan semangat. “Kakak bilang, ‘Iki Surabaya, aja ngisin-ngisini, main sing keras.’ [Ini Surabaya, jangan memalukan, tunjukkan permainan yang keras]. Dan saya berusaha melakukan itu,” katanya.

Maka, saat seleksi Rabu (13/2/2019) dan Kamis, ia juga berusaha bermain sebaik mungkin menunjukkan potensi dan gaya permainan keras khas Surabaya. Hal itu tak lain agar pelatih mau melirik dan kelak diajak bergabung dengan Persis Solo.

Sayangnya, hari itu bukan hari terbaiknya. Otot paha kanan bagian depannya cedera saat seleksi hari pertama di Stadion Sriwedari. Ia hanya menggunakan plester olahraga untuk sedikit meredam rasa nyeri. Ia mengakui tak bisa bermain maksimal dalam sesi pertandingan karena cederanya tersebut. Terlebih, rumput di Lapangan AURI kurang mendukung.

Menurutnya, Persis adalah sebuah tim besar. Menjadi sebuah kebanggaan, jika ia bisa berseragam Persis. “Kakak saya di Persebaya, biar kelak saya besar di Persis,” ungkap dia.

Aziz mengaku tak ikut seleksi ke tim lain. Ia fokus dan hanya mengikuti seleksi yang diadakan oleh Persis. “Semoga saya bisa gabung Persis,” tuturnya.