Prediksi Liverpool Vs Bayern Munchen: Melawan Masa Lalu!

Liverpool (Reuters/Lee Smith)
19 Februari 2019 08:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LIVERPOOL - Masa lalu menghadirkan cerita manis dan terkadang pahit. Namun masa lalu Jurgen Klopp melawan Bayern Munchen lebih kerap dibumbui kisah menyakitkan dibandingkan menyenangkan.

Saat masih menukangi Mainz pada 2004-2007, Klopp menelan enam kekalahan dan tak pernah menang dalam tujuh pertemuan kontra Bayern di semua kompetisi. Cerita-cerita menyakitkan itu berlanjut ketika pelatih asal Jerman ini menangani Borussia Dortmund pada 2008-2015. Saat bersama Dortmund, Klopp memang memperbaiki persentase kemenangannya.

Dia mengantar Dortmund mendulang sembilan kemenangan dan menelan 10 kekalahan dalam 22 pertemuan versus klub asal Bavaria itu di semua kompetisi. Namun, ada satu kekalahan yang masih sangat membekas di hati Klopp, yakni ketika Dortmund takluk 1-2 dari Bayern pada final Liga Champions 2012/2013 di Stadion Wembley, enam tahun silam.

Kini, masa lalu Klopp yang menyakitkan itu seolah dikorek kembali ketika Liverpool dipertemukan dengan Bayern pada babak 16 besar Liga Champions musim ini. Liverpool bakal menjadi tuan rumah pada leg pertama di Anfield, Rabu (20/2/2019) pukul 03.00 WIB. Ini akan menjadi pertemuan kali ke-30 Klopp melawan Bayern dalam karier manajerialnya, atau kali pertama sejak April 2015.

Klopp tentu hapal betul dengan musuh familiarnya itu. Meski tak bersua sejak semifinal DFB Pokal sekitar empat tahun silam, pelatih yang akrab disapa Kloppo ini mengaku masih mengikuti perkembangan Die Roten, julukan Bayern walaupun tak seintens seperti ketika masih menukangi Dortmund atau Mainz.

"Bayern sedikit berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika saya selalu menyaksikan laga-laga mereka, dan musim ini saya menonton lima atau enam laga. Anda selalu menonton hasil dan gol-golnya, namun untuk laga penuh jumlahnya berbeda. Saya menyaksikan lima atau enam laga dan sekarang lebih detail analisis, dan mereka punya kualitas. Mereka punya perpaduan kualitas dan pengalaman," ujar Klopp, seperti dilansir liverpoolfc.com, Senin (18/2/2019).

Klopp siap beradaptasi dengan pola permainan The Reds yang mengalami perubahan. Sejak 2015, Bayern telah mengalami beberapa pergantian di posisi pelatih. Niko Kovac yang menjadi pelatih Bayern sejak awal musim ini memang belum membawa Robert Lewandowski dkk. mapan di Bundesliga. Tapi konsistensi Bayern di Liga Champions tetap bisa diacungi jempol.

"Gaya mereka berubah. Jika Anda pendung Pep Guardiola atau Jupp Heynckes, atau sekarang pendukung Niko Kovac, tentu merasakan perbedaan itu, namun bagaimana pun kami harus beradaptasi," jelas dia.

Nostalgia tidak hanya akan dialami Klopp. Pemain Liverpool, Xherdan Shaqiri, bakal bereuni dengan Bayern yang pernah diperkuatnya pada 2012-2015. Bayern juga bukan musuh asing bagi Roberto Firmino, Naby Keita, dan Joel Matip. Karena ketiga pemain Liverpool itu pernah membela klub Jerman, Firmino dengan Hoffenheim (2011-2015), Keita bersama RB Leipzig (2016-2018), dan Matip dengan Schalke (2009-2016).

Sementara di kubu Bayern, striker Robert Lewandowski dan bek Mats Hummels bakal bereuni dengan Klopp yang pernah menjadi pelatih mereka di Dortmund. Bersama Klopp, Lewandowski moncer dengan 102 gol dalam 186 laga bersama Dortmund. Lewy pun berpotensi melukai hati mantan bosnya itu dalam duel di Anfield nanti.

"Dia [Klopp] berpengaruh besar dalam karierku. Saya sangat berterimakasih atas semua yang sudah kami capai di Dortmund. Kami tumbuh bersama dan dia membuatku seperti diriku yang sekarang. Dia pelatih hebat, pribadi yang hebat. Saya banyak belajar darinya," ujar Lewy, seperti dilansir uefa.com.