Awas Juventus! Atletico Selalu Tampil Apik Lawan Tim Italia

Atletico Madrid (Reuters/Sergio Perez)
20 Februari 2019 09:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MADRID - "Atletico Madrid lebih mirip sebagai tim Italia dibandingkan tim Spanyol". Begitulah pengakuan bek Juventus, Giorgio Cheillini.

Cheillini tidak sedang menakut-nakuti rekan-rekan timnya sebelum mereka bertandang ke markas Atletico untuk laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Kamis (21/2/2019) pukul 03.00 WIB. Atletico memang memiliki karakter sebagai tim defensif yang tangguh, layaknya tim-tim Negeri Piza dengan folosofi pertahanan gerendel, Catenaccio.

Pelatih Diego Simeone menjadi faktor penting terbentuknya karakter tersebut. Simeone memiliki bek-bek tangguh, seperti Diego Godin dan Rayl Gimenez, plus kiper Jan Oblak. Oblak baru saja mencatat clean sheet ke-80 miliknya dalam 140 laga di Liga Spanyol bersama Atletico ketika menundukkan Rayo Vallecano 1-0, akhir pekan lalu.

"Secara mental dan pendekatan permainan, mereka mirip dengan gaya kami. Simeone juga siap menurunkan gelandang tangguh untuk menghentikan Juve, seperti Rodrigo, Thomas [Partey], Saul [Niguez], dan Koke," lanjut Chiellini, seperti dilansir football-italia.net, Selasa (19/2/2019).

Oleh karena itu Atletico tak lagi kaget ketika bertemu dengan tim-tim Italia. Dalam catatan UEFA, tim berjuluk Los Rojiblancos tersebut tak pernah menelan kekalahan dalam sembilan perjumpaan dengan tim asal Negeri Piza. Perinciannya, menang tujuh kali dan imbang dua kali.

La Vecchia Signora, sebutan Juve, pernah merasakan sendiri bagaimana ketangguhan pertahanan Atletico. Mereka gagal mengalahkan Atletico pada fase grup Liga Champions 2014/2015, dengan takluk 0-1 di Wanda Metropolitano dan hanya berbagi skor imbang tanpa gol di Allianz Stadium. "Kami punya ambisi dan tidak takut [kepada siapa pun]," ujar Pelatih Italia, Massimiliano Allegri, seperti dikutip sports.yahoo.com.

Juve memang memiliki alasan untuk tidak takut bertemu Atletico kali ini. Mereka bisa memanfaatkan mesin gol barunya, Cristiano Ronaldo. Megabintang asal Portugal ini merobek gawang Atletico sebanyak 22 kali dalam 31 pertemuan saat masih berkostum Real Madrid. Apalagi, Ronaldo sedang onfire. Sejak hijrah ke Italia awal musim ini, bomber berjuluk CR7 trengginas dengan 19 gol di Seri-A, dan menempatkannya sebagai top scorer sementara.

Untuk mengimbangi keganasan Ronaldo, Simeone bisa jadi bakal menurunkan trio penyerangnya sekaligus, yakni Antoine Griezmann, Diego Costa, dan Alvaro Morata. Atletico tentu tak cukup mengandalkan pertahanan baik untuk meraih kemenangan. Mereka harus mencetak gol dengan counter attack agar bisa lebih tenang ketika melawat ke markas Juve pada leg kedua nanti.

Atletico juga memiliki ambisi besar untuk terus melangkah ke babak selanjutnya. Laga final Liga Champions musim ini bakal digelar di markas besar mereka, Wanda Metropolitano, pada 1 Juni mendatang.

"Ini seperti final, kami tidak boleh melangkah dengan kaki yang salah. Tentu kami terinspirasi dengan bermain di final di stadion kami, di kota kami, di hadapan fans kami," ujar Simeone, seperti dikutip newindianexpress.com.

Bentrok di Wanda Metropolitano sekaligus menjadi reuni penyerang Juve, Mario Mandzukic, dengan Atletico. Pemain asal Kroasia ini pernah berseragam Los Rojiblancos selama kurang lebih setahun, sebelum dijual ke Turin pada 2015.