Piala AFF U-22: Indonesia Penasaran Ganyang Malaysia

Pemain Timnas Indonesia U-22 melakukan pemanasan dalam latihan menjelang pertandingan Piala AFF U-22 di lapangan AUPP Sport Club, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (19/2/2019). Timnas U-22 akan menghadapi tim Malaysia di Grup B pada 20 Februari. (Antara - Nyoman Budhiana)
20 Februari 2019 09:11 WIB Hanifah Kusumastuti Indonesia Share :

Solopos.com, PHNOM PENH--Indra Sjafri selalu penasaran ketika menghadapi Malaysia. Pelatih kelahiran Batang Kapas, 56 tahun silam ini, tak pernah berhasil mengalahkan Malaysia.

Kala menangani Timnas Indonesia U-19, Indra tak pernah menang melawan Malaysia dengan hanya tiga kali meraih hasil imbang dan menelan sekali kekalahan. Satu-satunya kekalahan itu diperoleh dalam pertemuan terbarunya melawan Malaysia U-19 dengan skor memalukan 1-4 dalam fase kualifikasi Piala AFC U-19 2018 lalu.

Nah, Indra tentu diliputi penasaran untuk mengganyang Malaysia ketika mendampingi Timnas Indonesia U-22 melawan Malaysia U-22 pada matchday kedua Grup B Piala AFF U-22 2019 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2/2019) pukul 15.30 WIB. "Jadi, kita harus perbaiki beberapa hal, agar doa kita [untuk menang] dikabulkan," ujar Indra, seperti dilansir Antara, Selasa (19/2/2019).

Pasukan Indra Sjafri hanya bermain imbang 1-1 ketika melawan Myanmar U-22 pada matchday pembuka Grup B, Senin (18/2/2019) kemarin. Tapi modal yang dikantongi Osvaldo Haay dkk. itu rupanya masih lebih baik ketimbang Malaysia U-22 yang secara mengejutkan tumbang 0-1 dari tuan rumah Kamboja U-22 pada laga perdana mereka.

Meski begitu, hasil di laga pembuka tidak serta merta menjadi tolok ukur dalam duel nanti. Malaysia U-22 yang menelan kekalahan pada laga perdana mereka bisa jadi akan turun seperti macan yang terluka demi mengamankan peluang lolos ke babak semifinal.

Saat ini, Indonesia U-22 dan Myanmar U-22 masing-masing bertengger di posisi kedua dan ketiga dengan meraih satu poin pada klasemen sementara Grup B. Garuda Muda, julukan Timnas Indonesia U-22, terpaut dua poin dari Kamboja yang bertengger di pucuk klasemen. Sedangkan Malaysia U-22 terbenam di posisi juru kunci dengan nilai 0.

"Tentu kami butuh support moral dari masyarakat yang datang, juga yang tidak datang. Saya juga mengimbau agar ketika lagu kebangsaan Malaysia dimainkan, jangan kita mengejek atau mencaci, karena doa yang didengarkan Tuhan itu doa orang teraniaya," ujarnya Indra.

Garuda Muda memiliki keuntungan istirahat lebih lama ketimbang Malaysia U-22. Rachmat Irianto cs. memainkan laga pembuka Grup B, Senin sore. Sedangkan Harimau Malaya U-22 bermain Senin malam.

Saat melawan Myanmar U-22, Indra melakukan keputusan berani menarik keluar Hanif Sjahbandi digantikan M. Rafi Syarahil pada 10 menit terakhir babak pertama demi mengoptimalkan lini tengah Garuda Muda. Tetapi dua slot pergantian berikutnya, Indra terpaksa mengganti Witan Sulaiman dan Samuel Christianson karena mereka cedera.

Tapi Witan dan Samuel dipastikan dalam kondisi fit dalam duel melawan Malaysia U-22. Mereka hanya menderita kram saat melawan Myanmar U-22. Meski hampir semua pemain inti bisa turun ke lapangan, Indra tak menutup kemungkinan melakukan sedikit  rotasi. Sebab, Indonesia U-22 masih menyisakan laga terakhir kontra tuan rumah Kamboja U-22 yang berpotensi sebagai laga hidup-mati untuk lolos ke semifinal.

Sementara itu, Pelatih Timnas Malaysia U-22, Ong Kim Swee, akan tetap memakai strategi menyerang ketika melawan Indonesia U-22. Pelatih kelahiran Malaka, Malaysia, ini rupanya tidak kapok memainkan strategi ofensif setelah takluk dari Kamboja. Dalam laga pembuka itu, Ong Kim Swee secara berani memainkan empat pemain ofensif sekaligus.

"Kami tidak boleh hanya bermain bertahan namun kami juga akan tampil ofensif jika kami ingin mencetak banyak gol, apalagi kami memerlukan kemenangan pada laga ini [melawan Indonesia]," jelas Ong Kim Swee, seperti dilansir newstraitstimes.com.