PSSI Ingin Gelar KLB, Nama Erick Thohir Mencuat Jadi Kandidat Ketum Baru

Erick Thohir (Instagram erickthohir)
20 Februari 2019 21:25 WIB Newswire Indonesia Share :

Solopos.com, JAKARTA - PSSI berencana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menghadapi problematika persepakbolaan Indonesia saat ini. KLB itu diajukan oleh Komite Eksekutif (Exco) dan telah disetujui.

KLB PSSI itu sendiri memiliki dua agenda yakni pembentukan Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP) dan menentukan waktu Kongres Pemilihan. Nantinya, akan dibentuk kepengurusan baru PSSI.

Seperti diketahui, Plt Ketua Umum PSSI saat ini Joko Driyono tengah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola. Jokdri, sapaan akrabnya, terjerat kasus perusakan barang bukti terkait pengaturan skor. Apabila ditahan, Jokdri bisa saja kehilangan jabatannya di PSSI.

Nah, dalam perkembangannya muncuk nama-nama untuk menjadi kandidat Ketua Umum PSSi yang baru. Salah satunya adalah Erick Thohir yang pernah menjadi bos Inter Milan. Kemudian ada pula Krishna Murti. Namun, tidak menutup kemungkinan akan muncul nama lain yang bakal diajukan oleh anggota PSSI.

"Yang minat-minat kemarin kami tampung seperti Erick Thohir dan Krishna Murti. Pokoknya yang minat kami tampung biar yang berhak untuk memilih," kata anggota Exco PSSI Refrizal seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (20/2/2019).

Refrizal mengatakan dalam pemilihan nanti bisa dipilih secara keseluruhan untuk kepengurusan baru, atau bisa memilih hanya untuk mengisi tempat-tempat yang kosong saja. Hal itu tergantung dari hasil KLB yang akan diselenggarakan.

"Pilihannya bisa memilih semua dari ketua umum, wakil ketua umum, dan seliruh Exco. Bisa juga hanya memilih ketua umum yang kosong," ia menambahkan.

Terkait kapan akan dilangsungkannya KLB, Refrizal belum bisa berkomentar. Ia hanya akan mengikuti apa yang tercantum dalam statuta PSSI.

"Waktu kita tak boleh menentukan, saya tak mau sebut tanggal kita sesuaikan saja dengan statuta yang ada di PSSI. Mengapa sesuai dengan statuta? Kalau kita melanggar bisa kena sanksi dari FIFA," pungkasnya.

Sumber : Suara.com