Persis Solo Berburu Izin Bermarkas di Stadion Maguwoharjo

Pemain Persis Solo merayakan gol (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
22 Februari 2019 21:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Penggunaan Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, DIY sebagai home base sementara tim Persis Solo belum final. Manajemen Laskar Sambernyawa belum mengantongi izin resmi dari Polda DIY untuk memanfaatkan stadion yang juga menjadi kandang PSS Sleman tersebut.

Manajemen Persis sebenarnya telah kula nuwun kepada Polda DIY pada Kamis (7/2/2019) lalu. Mereka bertandang ke Mapolda DIY agar mendapat lampu hijau menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai kandang Persis musim 2019. Namun, pertemuan dengan Kabag Ops Polda DIY belum menghasilkan keputusan baku.

Alasannya, hal itu harus diberitahukan terlebih dahulu kepada Kapolda DIY. Saat itu, Persis menunggu informasi selanjutnya dari Polda DIY. Setelah menunggu sekian lama, Persis Solo akhirnya mendapat kepastian agenda audiensi resmi dengan Polda DIY. “Insyaallah kami akan audiensi dengan Polda DIY pada Selasa (26/2/2019),” ujar Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (22/2/2019).

Ia berharap pertemuan itu menghasilkan sesuatu yang positif, yaitu turunnya izin penggunaan Stadion Maguwoharjo sebagai home base Persis musim 2019. Dengan begitu, Persis bisa menjalani laga kandang kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2019.

Stadion Maguwoharjo dipilih sebagai home base oleh manajemen Persis Solo karena Stadion Manahan Solo tengah direnovasi. Persis sendiri belum memiliki alternatif lain yang layak untuk dimanfaatkan sebagai kandang sementara. Yang pasti, manajemen sudah berusaha mewujudkan mimpi para suporter untuk tetap menonton permainan Laskar Sambernyawa secara langsung dengan jarak tak terlalu jauh dari Kota Solo.

Selain itu, Langgeng berharap agenda itu juga dapat membahas konsolidasi antarsuporter. Seperti diketahui, rivalitas pendukung Persis Solo dengan PSIM Jogja hingga kini masih sangat tajam. Jika Persis benar-benar berkandang di Sleman, tak menutup kemungkinan gesekan antarsuporter dua klub kembali terjadi, khususnya di sepanjang jalan Solo-Sleman yang dilalui suporter Persis.

“Terkait kemungkinan gesekan dengan kelompok suporter lain semacam Brajamusti [suporter PSIM Jogja] juga akan kami bahas dengan Polda DIY. Kami mendorong terjadinya rekonsiliasi seluruh suporter DIY sampai Solo sehingga sepak bola di masa depan akan dipenuhi dengan rasa persaudaraan. Kalau dengan suporter PSS hubungannya sudah baik,” terangnya.