Tantangan Agus Yuwono: Persis Solo Banyak Dihuni Muka Baru!

Pelatih Persis Solo Agus Yuwono memberi arahan kepada anak asuhnya di sela-sela latih tanding menghadapi Kartika Yudha Jati FC di Lapangan Papahan, Jati, Karanganyar, Jumat (24/8 - 2018). (Istimewa/Ofisial Persis Solo)
24 Februari 2019 19:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Agus Yuwono benar-benar mendapat tantangan besar dalam menyusun kekuatan Persis Solo musim ini. Bagaimana tidak, mayoritas rekrutan sang pelatih sejauh ini adalah muka baru yang butuh waktu untuk beradaptasi dengan skema permainan tim. Rata-rata pemain lama yang dipertahankan pun bukanlah pemain inti di musim lalu.

Bisa dibilang, pelatih asal Malang ini bakal membentuk tim yang benar-benar baru untuk mengarungi persaingan Liga 2 2019. Rekrutan anyar nan berpengalaman seperti striker Ugik Sugiyanto dan kiper Sukasto Effendi diyakini hampir pasti mendapatkan slot pemain inti. 

Demikian halnya Hapidin yang bakal dipercaya mengisi pos gelandang serang menyusul kemampuannya menyayat dari sisi sayap. Aroma baru di lini tengah bakal bertambah apabila Ilhamul Irhaz sepakat berlabuh ke Persis.

Praktis di lini tengah hanya tersisa Tegar Hening Pangestu sebagai muka lama yang berpeluang besar menjadi pemain inti. Oky Derry memang bisa dipasang di gelandang bertahan, tapi posisi idealnya adalah bek sayap. Di posisi itu pun dia masih harus bersaing dengan pemain muda Persis, Dedi Tri Maulana yang mengincar posisi pemain inti di musim keduanya bersama Persis. 

Di posisi jantung pertahanan, duet anyar Susanto dan Jodi Kustiawan perlu membuktikan diri mampu sekuat karang seperti Asyraq Ghufran dan Ikhwan Ciptady yang memilih hijrah ke PSS Sleman. Berkat ketangguhan Asyraq dan Ikhwan, Persis menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit kedua di fase grup Liga 2 musim lalu (16 gol). 

Jodi diprediksi tinggal menghitung hari bergabung dengan Persis lantaran sudah mengikuti tes medis. Adapun mantan pemain PSIM Jogja, Crah Angger, bakal menjadi kompetitor sepadan bagi Andreantono Oriza di sektor bek sayap apabila resmi menerima pinangan Laskar Sambernyawa. Andreantono resmi kembali ke Persis setelah musim lalu sempat membela PSIR Rembang dan PSIK Kendal. 

“Perombakan besar-besaran tim tentu ada keuntungan dan kerugiannya. Namun kami melihat hal ini justru bisa menjadi ajang pembuktian sejauh mana tangan dingin coach Agus,” ujar perwakilan Surakartans, Adith, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (23/2/2019).

Adith menyebut membangun chemistry dan kesolidan tim bakal menjadi tantangan terbesar pelatih musim ini. Menurutnya, tak mudah membentuk kerja sama tim seusai perombakan total. “Tidak bisa instan. Namun kami percaya coach Agus bisa memberikan yang terbaik. Sudah saatnya dia lepas dari bayang-bayang pelatih sebelumnya.”

Agus Yuwono dalam sebuah kesempatan mengatakan butuh tiga sampai empat tahun bagi sebuah tim untuk membangun skuat yang padu. Eks Pelatih Perseru Serui itu mengaku bakal memanfaatkan waktu persiapan yang ada untuk memoles kolektivitas tim. “Dengan banyaknya pemain baru idealnya persiapan sekitar empat bulan. Kami akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.” (Chrisna Chanis Cara/JIBI)