Insiden Kepa Bukan yang Pertama

Kepa Arrizabalaga (Reuters/Andrew Couldridge)
25 Februari 2019 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON - Kenekatan kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, yang menolak diganti pelatihnya, Maurizio Sarri, keluar lapangan pada final Piala Liga Inggris ternyata bukan kejadian pertama dalam sepak bola profesional.

Megabintang Barcelona, Lionel Messi, pernah melakukan hal serupa ketika klubnya masih dibesut Luis Enrique. Saat itu, Messi emoh ditarik keluar lapangan dalam 15 menit tersisa saat Barcelona melawan Eibar pada Liga Primera, Oktober 2014. Padahal Barca dalam posisi unggul 3-0.

Seperti dilansir Dailymail.co.uk, Minggu (25/2/2019), Enrique ingin menarik Messi karena sudah yakin keunggulan timnya bakal dipertahankan sampai peluit akhir. Enrique menginginkan Messi dalam kondisi fresh untuk laga selanjutnya.

Ia pun memberi isyarat untuk pergantian pemain dari pinggir lapangan. Tapi Messi hanya membalas isyarat Enrique dengan mengacungkan jempol untuk mengindikasikan dirinya baik-baik saja melanjutkan pertandingan.

Enrique akhirnya mengalah. Dia memilih menarik Neymar keluar lapangan alih-alih memaksa Messi ke bench. Sikap Messi mungkin tidak sefrontal Kepa kepada Sarri. Namun, keduanya sama-sama menolak intruksi pelatih.

Menariknya, Chelsea dilaporkan tidak akan memberi sanksi khusus atas ulah Kepa tersebut. The Blues, julukan Chelsea, sepertinya lebih memilih membuat situasi dingin menjelang big match berikutnya melawan Tottenham Hotspur pada Liga Premier Inggris di Stamford Bridge, London, Kamis (28/2/2019) dini hari WIB.

Kejadian Kepa membangkang Sarri disebut-sebut juga terjadi karena tidak ada sosok leader di skuat The Blues. Kapten Chelsea saat ini, Cesar Azpilcueta, dianggap kurang memiliki "pengaruh" bagi rekan-rekan setimnya sehingga sampai terjadi insiden seperti ini. Sementara bagi Sarri, dirinya dianggap sudah kehilangan respek dari anak buahnya. Terbukti, Kepa berani membangkang intruksinya secara terang-terangan di hadapan puluhan ribu penonton di Wembley.

"Pelatih punya kekuatan di grup ini. Dia mendapat respek dari kami. Bagi saya, ini bukan masalah. Kami semua yakin dengan filosofinya, kami semua ingin bermain, dia ingin kami main," ujar bek Chelsea, David Luiz, membantah Sarri kehilangan respek dari pemain.