Suporter Minta Persis Solo Cari Alternatif Home Base

Puluhan orang menonton pertandingan antara Persis Solo melawan Persika Karawan di tribun timur Stadion Wilis Kota Madiun, Rabu (3/10 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
27 Februari 2019 14:55 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Munculnya sejumlah penolakan terhadap rencana Persis Solo bermarkas sementara di Stadion Maguwoharjo, Sleman, perlu segera diantisipasi klub. Suporter mendesak manajemen segera mencari opsi stadion lain yang lebih realistis dari segi keterjangkauan serta keamanan.

Homebase sementara Persis musim lalu, Stadion Wilis, Madiun, dianggap menjadi salah satu alternatif yang layak dijajaki. Informasi yang dihimpun Solopos.com, kelompok pendukung Persis yakni Pasoepati dan Surakartans sejatinya diundang dalam pertemuan bersama Pemkab Sleman dan elemen suporter Jogja di Polda DIY, Selasa (26/2/2019). Namun kedua kelompok berhalangan hadir.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengaku sudah mengetahui keberatan sejumlah kelompok suporter di Jogja ihwal rencana Persis bermarkas di Stadion Maguwoharjo. “Kami cukup menyayangkan, apalagi yang menolak justru kelompok suporter tim yang tidak bermarkas di Maguwoharjo,” ujar Rio, sapaan akrabnya, saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Rio menyebut anggota Pasoepati awalnya antusias dengan rencana Persis bermarkas di Maguwoharjo. Selain lokasinya representatif, jalinan hubungan harmonis dengan pendukung PSS yakni Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania bisa kian terpupuk. Rio tak menampik belakangan suara akar rumput terbelah ihwal rencana Persis bermarkas di Sleman.

Hal itu, imbuhnya, tak lepas dari faktor keamanan. “Sebenarnya 50:50 [antara yang mendukung dan menolak]. Sekarang tinggal langkah manajemen saja bagaimana.”

Pihaknya menyarankan Persis segera menjajaki alternatif lain seperti Stadion Wilis jika Maguwoharjo tak memungkinkan. Rio menilai stadion yang berlokasi di Madiun itu cukup mudah diakses suporter ketimbang harus kembali ke opsi Stadion Patriot.

Disinggung sejumlah opsi stadion di Magelang, Rio menilai sama-sama berat di faktor keamanan. “Berisiko karena suporter juga harus melewati Sleman,” ujarnya.

Perwakilan Surakartans, Adith, menerima penolakan Persis bermarkas di Maguwoharjo asal disertai alasan logis. Menurut Adith, kebijakan nanti mestinya tak didasari tekanan dari kelompok-kelompok tertentu.

“Kami sebenarnya tidak masalah Persis bermarkas di manapun, mau di Bekasi atau Jayapura enggak masalah. Namun misal ada yang di dekat Solo, kenapa tidak? Maguwoharjo sebenarnya ideal. Semoga ada alasan logis apabila Persis tak boleh di sana.”

Lebih jauh pihaknya meminta manajemen benar-benar memperhatikan kualitas lapangan di stadion baru apabila akhirnya Persis batal berkandang di Sleman. “Sing penting lapangane apik. Saat di Wilis musim lalu, kami melihat performa pemain tak bisa maksimal karena kondisi lapangan yang buruk.”