PSSI Review Keputusan Komdis

PSSI
01 Maret 2019 15:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, JAKARTA - PSSI menerbitkan beberapa Surat Keputusan (SK) hasil review implementasi keputusan Komite Disiplin (Komdis) 2018. Penerbitan SK tersebut sesuai amanah kongres PSSI di Bali pada 20 Januari 2019 lalu yang menetapkan kewenangan Komite Eksekutif untuk melakukan review terhadap keputusan Badan Yudisial. 

Satu SK fokus terhadap pelanggaran disiplin yang ditimbulkan oleh perilaku suporter yang mengakibatkan klub dijatuhi denda. PSSI memutuskan untuk mengembalikan sebagian nilai denda kepada klub sebagai dukungan finansial dalam program edukasi supporter (fans management) yang harus dilakukan di klub. Keputusan sekaligus program tersebut akan melibatkan semua klub peserta Kompetisi Liga 1 Indonesia 2018.

SK lainnya berkaitan dengan implementasi keputusan komdis yang tidak dapat dijalankan karena kondisi terkini infrastruktur kompetisi. Jenis keputusan komdis yang dinilai tidak bisa dijalankan adalah larangan kepada individu untuk memasuki stadion dan larangan bagi penonton masuk/menonton pertandingan di dalam stadion tanpa menggunakan atribut, termasuk nyanyian, koreo dan semua hal yang terafiliasi dengan klub.

PSSI menilai implementasi dua keputusan Komdis PSSI akan mengalami kendala. Bahkan, hal itu justru berpotensi menimbulkan masalah baru yaitu pelanggaran disiplin. Kebijakan itu berkenaan langsung dengan dua suporter Arema FC Yuli Sumpil dan Fany yang dilarang memasuki stadion. Begitu juga suporter Persib Bandung yang dilarang masuk stadion tanpa atibut. PSSI menilai hukuman tersebut tidak dapat dilaksanakan.

"Keputusan ini diambil setelah dilalukan telaah panjang dan hati-hati. Dengan tujuan yang terukur, yaitu perbaikan kualitas penyelenggaraan pertandingan, dibarengi upaya edukasi supporter oleh klub", kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, dikutip dari laman resmi PSSI, pssi.org, Kamis (28/2).

Lebih lanjut, PSSI akan terus melanjutkan kajian dan evalusi terhadap semua keputusan komdis lainnya. Kajian dan evaluasi tersebut juga berkaitan dengan keputusan komdis pada kompetisi Liga 2 Indonesia.

Sekjen Persis Solo, Dedy M. Lawe, sejak lama mengkritik kebijakan Komdis PSSI. Ia menilai Persis menjadi salah satu klub Liga 2 yang dirugikan atas keputusan komdis. Dedy menyatakan keputusan Komdis PSSI seringkali dilakukan secara sepihak tanpa memanggil pihak-pihak yang terlibat. Menurutnya, Komdis seharusnya memanggil pihak-pihak yang terlibat agar keputusan yang diambil adil bagi semua.

Waktu ada masalah dengan Kendal dan lainnya, kami dirugikan. Komdis hanya berkoordinasi dengan pengawas pertandingan dan wasit. Seharusnya klub juga dilibatkan sebelum ada keputusan,” tuturnya beberapa waktu lalu.