Liverpool Dulu Dikejar, Kini Mengejar

Jurgen Klopp (Reuters/Carl Recine)
04 Maret 2019 23:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, LIVERPOOL — Tekanan untuk Liverpool dalam perburuan gelar Liga Premier Inggris kian nyata setelah mereka hanya bermain imbang 0-0 melawan Everton di Goodison Park, Senin (4/3/2019) dini hari WIB. Hasil itu membuat Liverpool harus merelakan singgasana yang telah mereka nikmati tiga bulan terakhir kepada Manchester City.

Ini kali pertama The Reds tidak menutup hari di puncak klasemen kompetisi domestik (dengan jumlah laga yang sama dengan City) sejak 7 Desember 2018. Jordan Henderson dkk. mulai memuncaki klasemen seusai menang 4-0 atas Bournemouth pada pekan ke-16, 8 Desember 2018. Meski menguasai klasemen selama 13 pekan, tim arahan Jurgen Klopp itu sejatinya terus ditempel ketat City. 

Kini Liverpool benar-benar terlempar dari pucuk klasemen setelah hanya bermain imbang di Derby Merseyside di saat City menang 1-0 atas Bournemouth di pekan ke-29. The Citizens yang mengantongi 70 poin saat ini unggul satu poin dari Liverpool dengan sembilan laga tersisa. Peta persaingan terbaru ini cukup merugikan Liverpool mengingat mereka sebenarnya sempat punya peluang unggul tujuh angka setelah City dibekuk Newcastle United 1-2, 30 Januari 2019 lalu. 

Namun The Reds justru hanya meraih hasil imbang beruntun melawan Leicester City dan West Ham. Jurgen Klopp mengklaim tidak panik dengan kondisi saat ini. “Saya baik-baik saja dengan kondisi mengejar. Siapa juga yang mau berada di puncak klasemen pada Maret? Itu memang bagus tapi masih banyak laga yang akan dimainkan,” ujar Klopp dilansir BBC, Senin. 

Bek Liverpool, Andrew Robertson, justru menganggap posisi Liverpool kini lebih menguntungkan dalam perburuan gelar. “Kami sekarang jadi pemburu dan tekanan ada di Manchester City karena mereka diharapkan mempertahankan gelar,” kata dia. 

Faktanya, Liverpool tak boleh tenang-tenang saja jika melihat performa mereka saat melawan Everton. Di laga tersebut, Mohamed Salah kembali gagal mencetak gol meski mendapat peluang emas, salah satunya tinggal berhadapan dengan Jordan Pickford. Itu membuat pemain yang musim lalu mengemas 44 gol di semua ajang itu puasa gol dalam tiga laga terakhir Liga Premier. 

Problem cedera yang datang silih berganti juga membuat ambisi Liverpool merebut trofi Liga Premier perdana sejak 1990. Terakhir Roberto Firmino tidak fit sehingga posisinya diganti Divock Origi di Derby Merseyside. Pergantian itu terbukti menurunkan ketajaman The Reds. Sepanjang 90 menit, Liverpool hanya mampu melepas tiga tembakan tepat sasaran.