Persis Solo Butuh 8 Pemain Lagi

Peserta seleksi tim Persis Solo unjuk kemampuan di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (13/2 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
04 Maret 2019 19:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Persis Solo masih membutuhkan delapan amunisi pemain untuk menggenapi skuat Laskar Sambernyawa musim ini. Kini, sebanyak 16 pemain secara resmi sudah diikat kontrak berdurasi satu musim untuk mengarungi Liga 2 Indonesia.

Para pemain incaran belum semuanya mau berbaju Persis. Manajemen terus melakukan upaya agar skuat bisa terbentuk secepatnya. “Sampai hari ini belum ada tambahan pemain. Kami targetkan pembentukan tim selesai pertengahan Maret 2019,” ujar Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, saat dihubungi Solopos.com, Senin (4/3/2019).

Sejauh ini, Persis sudah menghadirkan 16 nama yaitu Dedi Tri Maulana (bek), Tegar Hening Pangestu (gelandang bertahan), Oky Derry (bek sayap/gelandang), Sukasto Effenfi (kiper), Hapidin (penyerang sayap), Andri Prabowo (kiper), Riki Nata (gelandang bertahan), Ugik Sugiyanto (striker), Muhammad Isa (striker), Susanto (bek), Andreantono Oriza (bek kiri), Dimas Galih (striker), Crah Eka Angger Iswanto (bek), Ilhamul Irhaz (gelandang serang), Jodi Kustiawan (bek tengah), dan Fajar Zainul (bek).

“Kendala yang kami hadapi memang seputar negosiasi dengan pemain saja,” ungkap Langgeng.

Sementara itu, Pelatih Persis, Agus Yuwono mengungkapkan program latihan akan dumulai 15 Maret 2019 mendatang. Jadwal itu memang mundur dari jadwal semula yaitu pada Februari 2019. “Kalau soal program, diundur sebulan, sembil menunggu jadwal kick off Liga 2,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Ia mengatakan tim pelatih sudah menyampaikan 24 nama pemain yang dibidik menjadi bagian dari Laskar Sambernyawa. Kini, eksekusinya diserahkan kepada manajemen. “Skuat sudah 24 orang, tinggal eksekusinya. By name sudah ada. Eksekusi di manajemen. Ini tinggal menunggu hari saja [bagi yang belum tanda tangan kontrak],” kata dia.

Ia sepenuhnya menyerahkan permasalahan rekrutmen pemain kepada manajemen. Jika beberapa hari ini belum ada kemajuan, hal itu kemungkinan terjadi karena manajemen juga dipusingkan masalah home base Persis.

Lebih lanjut, pada latihan perdana, pihaknya akan melakukan pengukuran kondisi masing-masing pemain. Setelah itu, pemain akan diminta beradaptasi pada program pre-session jelang Liga 2 Indonesia.

“Kami ukur dulu bagaimana kondisi fisik anak-anak. Kalau kondisi masing-masing pemain di atas 70 persen, kami bisa langsung memberikan program lanjutan. Patokannya pengukuran dulu karena kami harus paham kondisi awal pemain,” tutur dia.