Madrid Vs Ajax: Jangan Ada Drama Lagi di Bernabeu!

Para pemain Real Madrid merayakan gol (Reuters/Juan Medina)
05 Maret 2019 14:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MADRID - Kalah tiga kali beruntun di kandang merupakan sebuah anomali bagi tim sekelas Real Madrid. Tapi kenyataannya, tim berjuluk Los Blancos menanggung aib dipermalukan tamu-tamu mereka dalam tiga laga terbaru pada semua kompetisi di Santiago Bernabeu.

Ironisnya, Madrid dipermalukan musuh abadi mereka, Barcelona, dalam dua laga sakral bertajuk el clasico dalam tempo 72 jam. Inilah kali pertama Madrid menelan kekalahan tiga kali beruntun di kandang sejak 15 tahun silam. Wajar apabila publik Bernabeu marah.

Bintang Madrid, Gareth Bale, dicemooh pendukung klubnya sendiri ketika ditarik keluar lapangan saat timnya takluk 0-1 pada Liga Primera, Minggu (3/3/2019) dini hari WIB. Pelatih Madrid, Santiago Solari, juga dispekulasikan bakal dipecat.

Di tengah kelelahan fisik dan mental, Karim Benzema dkk. harus bangkit menebus performa minus mereka saat menjamu Ajax Amsterdam pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019) pukul 03.00 WIB.

Madrid sebenarnya tak perlu panik jika modal kemenangan 2-1 pada leg pertama di markas Ajax lalu. Secara historis, tim berjuluk Los Blancos ini juga memiliki tren apik berupa selalu lolos ke perempatfinal dalam delapan musim beruntun. Bahkan tiga musim terakhir selalu dituntaskan mereka dengan meraih Si Kuping Lebar, julukan trofi Liga Champions.

Hanya, kemenangan 2-1 tidak serta-merta menjamin Madrid bakal meneruskan tradisi ke perempat final. Apalagi kali ini mereka tidak akan diperkuat sang kapten, Sergio Ramos, yang disanksi UEFA karena dianggap sengaja ingin mengindari sanksi akumulasi kartu kuning jika Madrid lolos ke perempatfinal.

"Saya sangat sedih dia [Ramos] akan absen, dia sangat penting karena dia seorang pemimpin, namun kami punya pengganti pemain yang berpengalaman dan berkualitas," jelas Solari, seperti dilansir marca.com, Senin (4/3/2019).

Madrid berharap winger muda mereka, Vinicius Junior, kali ini lebih efektif dalam mengonversi peluang mencetak gol. Saat Madrid tersungkur 0-3 dari Barcelona pada leg kedua semifinal Copa del Rey, Vinicius sebenarnya mampu melepaskan enam tembakan. Tapi tak ada satu pun yang berbuah gol.

Sementara Ajax bertekad menebus kekalahan mereka pada leg pertama lalu. Frenkie de Jong dkk. harus menang minimal selisih dua gol jika ingin meneruskan kejutan dengan lolos ke perempat final Liga Champions musim ini. Ajax sudah mengasah ketajaman mereka sebelum melawat ke Bernabeu. Sejak tumbang 1-2 dari Madrid di Amsterdam, pasukan polesan Erik ten Hag ini menceploskan 13 gol dalam tiga laga terbaru mereka di semua kompetisi.

"Kami tidak pernah menyerah, kami akan tampil berani dan akan menghadapi Real Madrid satu lawan satu. Situasinya [tertinggal 1-2] memang tidak mudah, namun ini bukan mustahil, saya sangat yakin kami akan lolos karena kami biasa mencetak banyak gol," ujar defender Ajax, Nicolas Tagliafico, seperti dikutip tribuna.com.