Lawan PSG, MU Usung Spirit Fergie 

Aksi pemain Manchester United, Paul Pogba, dalam pertandingan pekan ke-23 Liga Inggris melawan Brghton & Hove Albion di Stadion Old Trafford, Inggris, Sabtu (19/1 - 2019) malam WIB. (Reuters/Peter Powell)
05 Maret 2019 23:25 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, PARIS - Ada sosok tak asing dalam rombongan Manchester United saat bertolak ke markas Paris Saint Germain, Paris, Selasa (5/3/2019) kemarin. Dia adalah pelatih legendaris United, Sir Alex Ferguson. 

Pria berusia 77 tahun tersebut memang sudah pensiun menakhodai Setan Merah sejak 2013. Namun,  Fergie, sapaan akrab Ferguson, sepertinya tak pernah bersedia melewatkan laga-laga tim yang pernah dibinanya selama lebih dari 26 tahun tersebut.

Fergie bahkan ikut dalam rombongan tim yang bertolak ke Paris. Dia juga mengenakan seragam jas dan dasi resmi klub, seperti yang dipakai jajaran pelatih dan pemain Setan Merah. Pelatih yang mempersembahkan treble winner bagi United pada 1999 itu tak henti menebar senyum ke kamera yang menyorotnya.

Spirit Fergie. Itu sepertinya yang bakal diusung skuat United ke kandang Paris Saint Germain (PSG) untuk melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, Kamis (7/3/2019). Tugas United memang tak main-main saat bertamu ke Parc des Princes nanti. 

United membutuhkan dukungan Fergie untuk membalikkan defisit dua gol agar tidak tersingkir dari Liga Champions. Itu karena Marcus Rashford cs. dipermalukan 0-2 di kandang pada leg pertama, medio Februari lalu. Mau tak mau, United harus mencetak kemenangan dengan selisih tiga gol jika ingin lolos ke babak selanjutnya.

Pelatih Interim United, Ole Gunnar Solskjaer, pun telah menyiapkan strategi untuk memburu kemenangan besar di markas Les Parisiens, julukan PSG. Yakni dengan tancap gas sejak menit awal. United akan lebih berkonsentrasi menyerang ketimbang bermain hati-hati di belakang.

"Kami lebih baik menang 4-2 dibandingkan berusaha menang 2-0. Kami harus mendapatkan hasil yang lebih baik sejak babak pertama. Jika Anda bisa unggul 1-0 pada babak pertama, maka segalanya bisa terjadi di babak kedua," tegas Solskjaer, seperti dilansir manutd.com, Selasa (5/3/2019).

United harus bermain cerdik jika ingin menundukkan PSG di Parc des Princes. Pada leg pertama di Old Trafford, PSG bermain nyaris tanpa cacat baik di lini depan maupun belakang. Romelu Lukaku dkk. pun harus bisa beradaptasi untuk menemukan kelemahan Les Parisiens.

Untungnya, Solskjaer tidak pernah menerapkan strategi yang kaku untuk Paul Pogba dkk. Dalam ulasan manchestereveningnews.co.uk, Solksjaer meracik strategi dengan fleksibel sesuai kebutuhan di laga itu. Kapan mereka harus mengandalkan penguasaan bola, kapan harus bergantung pada counter-attack, dan kapan mereka harus bermain dengan banyak umpan-umpan panjang. 

Solskjaer meniru filosofi Fergie yang menerapkan taktik sesuai skenario laga yang mereka hadapi. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pelatih macam Josep "Pep" Guardiola atau Maurizio Sarri yang berpaku pada prinsip tertentu dalam meramu tim, tanpa peduli timnya kalah atau menang.