Porto Vs AS Roma: Perempatfinal atau Kehilangan Pekerjaan

AS Roma (Reuters/Tony Gentile)
06 Maret 2019 08:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, PORTO - Nasib Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, berada di ujung tanduk. Media-media Italia ramai menyebut Di Francesco bakal dipecat jika sampai gagal membawa timnya lolos ke perempat final Liga Champions.

Tiket ke perempatfinal memang sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Roma mengalami inkonsistensi di musim ini, khususnya di liga domestik. Akhir pekan lalu, tim berjuluk Il Giallorossi secara mengejutkan takluk 0-3 dari Lazio pada Derby della Capitale di Seri-A.

Kekalahan itu memaksa Roma tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan terpaut 28 poin dari Juventus yang bertengger di puncak. Sedangkan di Coppa Italia, Roma disingkirkan Fiorentina dengan skor supertelak 1-7, Januari 2019 lalu.

EDF, sapaan Eusebio Di Francesco, disebut-sebut bakal kehilangan pekerjaan jika sampai timnya juga keok di Liga Champions. Roma memang meraih kemenangan 2-1 pada leg pertama babak 16 besar melawan Porto. Namun, skor tersebut belum membuat Daniele De Rossi dkk. merasa tenang karena Porto diuntungkan dengan gol tandang. Roma akan tersingkir dari Liga Champions jika sampai kalah 0-1 pada leg kedua di markas Porto, Estadio Do Dragao, Porto, Kamis (7/3/2019) pukul 03.00 WIB.

Seperti dilansir calciomercato.com, Selasa (5/3/2019), EDF masuk daftar bursa pelatih yang bakal dipecat di Italia saat ini. Sky Italia menyebut EDF akan dipaksa hengkang jika Roma gagal menyegel tiket ke perempat final Liga Champions.

Petinggi Roma sepertinya sudah menyusun ultimatum untuk EDF. Bahkan, rumor siapa penggantinya mulai merebak. Salah satu kandidatnya yakni Paulo Sousa. Manajemen Roma yang diwakili Ramon Rodriguez alias Monchi disebut-sebut menemui Sousa di Bordeaux, Rabu (6/3/2019) waktu setempat. Selain itu, mantan pemain Roma, Christian Panucci yang kini melatih Timnas Albania juga masuk bursa pengganti EDF.

Roma sendiri memiliki rekor tak terlalu bagus saat melakoni leg kedua di markas lawan. Ini adalah kali kelima dalam sejarah klub Ibu Kota Italia ini harus berjibaku di kandang lawan pada leg kedua babak 16 besar. Celakanya, Il Giallorossi menuntaskannya dengan dua kali lolos ke perempatfinal dan dua lali lainnya terliminasi.

EDF perlu mewaspadai pertahanan timnya yang semakin rentan kebobolan. Bayangkan, Il Giallorossi hanya meraih sekali clean sheet dalam sembilan laga tandang terbaru mereka di semua kompetisi. Kelemahan di barisan belakang itu juga diakui oleh sang pelatih.

"Tidak masuk akal kebobolan sebuah gol dari lemparan ke dalam. Ini juga terjadi saat melawan Frosinone, marking kami semuanya berantakan, kami terlalu banyak mengalami kesalahan bertahan musim ini. Mengkreasi peluang saja tidak cukup," jelas EDF, seperti dikutip football-italia.net.

Porto juga menelan kekalahan sebelum turun dalam bentrok leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Tim berjuluk Dragoes (Sang Naga) ini menelan kekalahan dari musuh abadi mereka, Benfica, dalam duel O Clasico dengan skor 1-2 pada Primeira Liga, di Estadio Do Dragao, akhir pekan lalu. Yacine Brahimi dkk. tentu berambisi menebus kekalahan di O Clasico dengan memberi tiket peremat final Liga Champions.