Blunder & Kegagalan ke-15 Buffon di Liga Champions

Gianluigi Buffon (Reuters/Christian Hartmann)
07 Maret 2019 23:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, PARIS - “Cepat taruh Buffon di dalam sarkofagus, itu memalukan.” Cemoohan itu terlontar dari seorang pendukung Paris Saint Germain (PSG) bernama Zito seusai melihat performa Gianluigi Buffon saat PSG menjamu Manchester United (MU) di leg II babak 16 besar Liga Champions, Kamis (7/3/2019) dini hari WIB.

Saat laga masih sama kuat 1-1 di menit ke-30, Buffon justru membuat blunder yang berujung gol kedua MU lewat Romelu Lukaku. Kiper 41 tahun ini gagal menangkap tembakan Marcus Rashford dengan sempurna sehingga dicocor Lukaku menjadi gol. PSG akhirnya tersingkir setelah Buffon gagal mengantisipasi penalti Marcus Rashford di menit ke-90 meski sudah dapat membaca arah bola.

Tak hanya Zito, sejumlah warganet lain juga memuntahkan kekesalannya lewat akun twitter mereka. Beberapa warganet bahkan menyamakan Buffon dengan mantan kiper Liverpool, Loris Karius, saat The Reds menghadapi Real Madrid di final Liga Champions musim lalu. Di laga itu, Karius membuat blunder dua kali sehingga Liverpool takluk 1-3.

Duel PSG melawan MU “hanya” di Parc des Princes kemarin memang “hanya” mempertaruhkan satu kursi ke perempatfinal. Namun efek blunder Buffon bisa jadi lebih menyakitkan ketimbang Karius. Tak hanya membuat klubnya terhenti tiga kali beruntun di babak 16 besar Liga Champions, tersingkirnya PSG kian melekatkan Buffon dengan nasib sial di Liga Champions.

Kiper berjuluk Gigi ini sudah 15 kali gagal mengangkat trofi “Kuping Lebar” sejak bersama Juventus. Padahal Buffon sudah meraih hampir semua trofi yang mungkin didapatnya seperti scudetto Seri-A, Piala Dunia, Coppa Italia, Supercoppa Italia, Piala Super Prancis hingga Piala UEFA/Liga Europa. Tiga kali ke final Liga Champions, tiga kali pula Buffon gagal merebut gelar bersama Juventus.

Jelang menghadapi MU di leg II, Gigi sejatinya telah punya firasat tidak enak meski PSG menang 2-0 di leg II. Buffon menganggap MU selalu bisa bangkit walau dalam kondisi tertinggal. “Saya selalu gemetar jika harus berhadapan dengan mereka,” ujar Buffon sebelum pertandingan, seperti dilansir Independent.

Kekhawatiran Buffon akhirnya terbukti setelah PSG justru takluk 1-3 di leg II. Kekalahan ini membuat impian Buffon untuk mengangkat trofi Liga Champions dalam kariernya terancam buyar apabila sang kiper memilih pensiun atau PSG enggan memperpanjang kontraknya di akhir musim.

Namun Sky Sports Italia mengklaim Les Parisiens siap menyodorkan tambahan kontrak dua tahun di akhir kompetisi. Jika kabar ini benar, Buffon agaknya masih punya waktu untuk “berjodoh” dengan Liga Champions.