Arsenal Vs Manchester United: Memburu Sejarah Baru

Ole Gunnar Solskjaer (Reuters/John Sibley)
10 Maret 2019 15:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON - Ole Gunnar Solskjaer tahu persis bagaimana rivalitas sengit antara Manchester United dengan Arsenal sekitar satu dekade pertama di era Liga Premier Inggris. Saat itu, belum banyak investor dari luar Inggris yang berlomba-lomba "membuang" uangnya untuk klub-klub Liga Premier, seperti Chelsea dan Manchester City.

Sementara Liverpool masih terlelap dalam tidur panjangnya di sepak bola kasta tertinggi di Negeri Ratu Elizabeth II ini. Praktis, hanya United dan Arsenal yang bersaing sengit memperebutkan trofi. Solskjaer menjadi bagian dari skuat United saat berseteru sengit dengan The Gunners, julukan Arsenal, itu.

Pria yang kini menjadi pelatih interim pelatih United ini tentu paham bagaimana susahnya memetik poin penuh di kandang Arsenal. Setan Merah, julukan United, tak pernah menang back-to-back di markas The Gunners pada era Liga Premier. Kali terakhir Manchester Merah mampu membawa pulang minmal dua kemenangan beruntun dari markas Arsenal yakni pada periode 1983/1984 sampai 1985/1986.

Nah, inilah kesempatan bagi Solskjaer untuk mematahkan kutukan tersebut. United meraih kemenangan di kandang Arsenal pada musim lalu dengan skor telak 3-1, ketika mereka masih diasuh Jose Mourinho. Setan Merah bisa jadi akan melanjutkan tren kemenangan di kandang Arsenal itu bersama Solskjaer ketika bertamu ke Emirates Stadium, London, Minggu (10/3/2019) pukul 23.30 WIB.

Solskjaer tidak hanya berpeluang membawa United menang dua kali beruntun di markas Arsenal untuk kali pertama di Liga Premier sejak 1985/1986 silam. Pelatih asal Norwegia ini juga di ambang mengukir sejarah baru sebagai manajer United satu-satunya yang bisa menyapu kemenangan dalam dua lawatan pertamanya ke markas The Gunners di semua kompetisi.

Solskjaer sebelumnya mampu mengantar Marcus Rashford dkk. mempermalukan Arsenal 3-1 pada babak keempat Piala FA, akhir Januari lalu. Sebaliknya, Unai Emery, akan menghindari rekor memalukan sebagai pelatih Arsenal pertama sepanjang sejarah yang menelan kekalahan back-to-back dalam dua laga pembukanya versus United sejak George Swindin pada 1958/1959.

Pertarungan di Emirates memang bukan untuk perebutan juara. Tapi laga ini tak kalah krusial karena bakal ikut memengaruhi posisi kedua tim di zona Big Four alias perebutan tiket ke Liga Champions musim depan. United yang berada di posisi keempat klasemen sementara hanya unggul sebiji poin di atas Arsenal dan dua poin dari Chelsea.

Untung Romelu Lukaku cs. dalam semangat luar biasa setelah melakoni comeback sensasional untuk menyingkirkan Paris Saint Germain (PSG) dari babak 16 besar Liga Champions tengah pekan ini. Solskjaer bisa semakin tersenyum karena beberapa pemainnya yang cedera mulai pulih, termasuk winger Anthony Martial, bek sentral Eric Bailly, serta duo gelandang bertahan, Nemanja Matic dan Ander Herrera.

Pelatih berusia 46 tahun ini juga bisa kembali memakai jasa Paul Pogba yang absen saat melawat ke markas PSG karena terkena sanksi. "Mereka sudah mulai berlatih dengan tim. Mereka menjalani pemulihan dengan sangat baik," ungkap Solskjaer, seperti dikuti manutd.com, Sabtu (9/3/2019).