Kalah dari Southampton, Tottenham Dianggap Arogan

Southampton vs Tottenham Hotspur (Reuters/Paul Childs)
10 Maret 2019 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, SOUTHAMPTON - Tak perlu heran jika ada yang mempertanyakan mentalitas juara Tottenham Hotspur. Tim asal London Utara ini sepertinya harus kembali menunggu lebih lama lagi meraih trofi di sepak bola kasta tertinggi di Inggris sejak 1960/1961.

Awalnya, Spurs memang lagi-lagi terlihat sebagai kuda hitam di lintasan perebutan gelar dengan bersaing dengan Manchester City dan Liverpool pada musim ini. Namun, mereka mulai terlempar dari persaingan gelar. Bahkan, Harry Kane dkk. kini harus bekerja keras untuk mengamankan posisi mereka di zona Big Four.

Tim berjuluk The Lilywhites ini gagal menambah poin karena takluk 1-2 di kandang Southampton, di St. Mary's Stadium, Souhthampton, Sabtu (9/3/2019) malam WIB. Kekalahan ini memaksa Spurs tak beranjak di posisi ketiga dengan total 61 poin. Padahal, The Lily Whites hanya unggul tipis dengan tiga tim di bawah mereka, yakni Manchester United, Arsenal, dan Chelsea.

Spurs hanya unggul tiga poin atas United dan empat poin atas Arsenal, serta lima poin atas Chelsea. United dan Arsenal saling bertarung di Emirates Stadium, Minggu (10/3/2019) malam WIB tadi. Jadi, United bisa menyamai koleksi poin Spurs jika mereka mengalahkan Arsenal. Atau Arsenal bisa memangkas jarak dengan Spurs menjadi sebiji poin saja jika mereka menundukkan United.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, sontak marah besar dengan kekalahan timnya di Southampton. Dia menganggap timnya terlalu arogan setelah tiga hari sebelumnya mereka memastikan lolos ke perempat final Liga Champions dengan menjungkalkan Borussia Dortmund dengan agregat 4-0.

Padahal, Spurs sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Harry Kane pada menit ke-26. Ini gol ke-200 milik Kane untuk klub dan negaranya. Namun, momen manis Kane itu akhirnya berbuah pahit karena gawang timnya kemasukan dua gol Southampton yang masing-masing dilesakkan Yann Valery dan James Ward Prowse sekitar 15 menit terakhir pertandingan.

"Ini menunjukkan masih banyak yang perlu kami perbaiki. Ini menunjukkan kami tidak cukup matang. Jika Anda ingin menjadi penantang sejati, Anda tidak boleh tiba di sini dengan arogansi sebagai perempat finalis Liga Champions. Saya sangat, sangat, sangat kecewa. Ini tentang kepuasan dan arogan," ujar Pochettino, seperti dilansir dailymail.co.uk.

Pochettino sendiri tidak hadir di pinggir lapangan karena terkena sanksi setelah berseteru dengan wasit Mike Dean saat timnya kalah 1-2 dari Burnley. Namun, ketidakhadirannya di samping lapangan dinilainya bukan alasan timnya tampil di bawah standar saat babak kedua di St. Mary's Stadium.