Prediksi Manchester City Vs Schalke

Manchester City (Reuters/Jason Cairnduff)
12 Maret 2019 09:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MANCHESTER - Satu kaki Mancheser City berada di perempatfinal Liga Champions. Itu karena pada leg pertama babak 16 besar lalu, David Silva cs. sukses menggebuk Schalke 3-2 di Veltins Arena, Schake.

City tetap menyingkirkan Schalke seandainya kalah 1-2 atau 0-1 pada leg kedua babak 16 besar di Etihad Stadium, Rabu (13/3/2019) pukul 03.00 WIB. Maka wajar jika City sangat diunggulkan lolos ke babak delapan besar.

Schalke pun sepertinya bukan satu-satunya korban City di Etihad nanti. Pelatih mereka, Domenico Tedesco, juga terancam dipecat dari kursi pelatih. Direktur Olahraga Schalke yang baru, Jochen Schneider, telah mengultimatum Tedesco. Menurutnya, hanya performa apik melawan City plus kemenangan melawan tim peringkat ketiga Bundesliga, RB Leipzig, dalam sepekan ini yang bisa menyelamatkan Tedesco.

Kondisi itu semakin berat karena City tampil gemilang di kandang. Pasukan Josep "Pep" Guardiola selalu menang dalam enam laga terbaru mereka di Etihad Stadium. Namun, para pemain Schalke pantang minder. Apalagi, mereka akan turun di markas City untuk menyelamatkan masa depan sang pelatih.

"Tentu kami bisa melakukannya, tidak ada satu pun yang mengatakan berbeda," ujar striker Schalke, Guido Burgstaller, seperti dilansir sports.yahoo.com, Senin (11/3/2019).

Selain terancam terdepak dari LIga Champions, Schalke semakin terpuruk di Bundesliga. Kekalahan 2-4 di markas Werder Bremen akhir pekan lalu memaksa tim berjuluk The Royal Blues ini hanya berjarak empat poin di atas tim penghuni zona degradasi.

Sebaliknya, City sedang mengecap tren manis di level domestik maupun Liga Champions. Pada leg pertama babak 16 besar di Liga Champions lalu, City harus bekerja keras mengejar ketertinggalan dengan 10 pemain untuk menundukkan Schalke 3-2. Guardiola pun tidak ingin timnya terlena dalam duel di Etihad nanti.

"Banyak hal bisa terjadi dalam 90 menit di kompetisi semacam ini. Pada leg pertama kami bermain cepat, kemudian bermain dengan 10 pemain ketika tertinggal 1-2, wajarnya kami bisa terlempar dari turnamen ini, jadi kami merasa beruntung," ujar Guardiola, seperti dikutip uefa.com.