Saatnya Tim Inggris Juara Liga Champions

Liverpool (Reuters/Andrew Boyers)
15 Maret 2019 08:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MUNICH — Kelolosan Liverpool ke perempat final Liga Champions seusai menggasak Bayern Munchen dengan agregat 3-1 agaknya menjadi penegas bahwa persepakbolaan Inggris “belum habis”. Kali pertama sejak satu dekade terakhir, Liga Premier Inggris menempatkan empat wakilnya di babak delapan besar turnamen “Si Kuping Lebar”. Selain Liverpool, ada Tottenham Hotspur, Manchester City dan Manchester United (MU) yang telah memastikan tiket lebih dulu.

Padahal dalam kurun tujuh tahun terakhir, klub-klub Liga Premier sempat mendapat sorotan tajam menyusul inkonsistensi mereka di Liga Champions. Selepas Chelsea menjuarai turnamen pada musim 2011/2012, belum pernah ada tim asal Negeri Ratu Elizabeth yang menjadi kampiun.

Liga Inggris bahkan menjadi bahan olok-olok pada musim 2012/2013 dan 2014/205 saat gagal menempatkan satu pun wakilnya di perempatfinal. Meski bertabur bintang, tim seperti Arsenal, Chelsea, Manchester United dan Manchester City hanya mampu menggapai babak 16 besar.

Liga Premier Inggris hampir kembali menjadi sasaran tertawaan apabila Leicester City tak lolos ke perempatfinal turnamen dua musim lalu. Tidak diunggulkan, The Foxes justru menyelamatkan muka Inggris di saat Arsenal dan Manchester City bertumbangan di 16 besar. Uang berlimpah plus pemain dan pelatih asing kelas wahid yang mengelilingi Liga Premier terbukti tak menjamin kesuksesan klub di kompetisi tertinggi Eropa.

Dilansir BBC, penghasilan Liga Premier Inggris sudah jauh meninggalkan kompetisi top Eropa lain sejak 2004. Pada musim 2015/2016, pendapatan mereka mencapai 3,6 miliar poundsterling atau sepertiga lebih dari total pendapatan Seri-A, Liga Primera, Bundesliga dan Ligue 1 (9,8 miliar poundsterling).

Namun belakangan klub Inggris kembali menunjukkan taring setelah Liverpool mampu menggapai final musim lalu serta kepastian empat tim Inggris di perempatfinal musim ini. Hal itu tentu menjadi modal untuk mengusik dominasi tim dari Liga Spanyol yang berhasil memborong seluruh Liga Champions dalam lima musim terakhir (Real Madrid 4, Barcelona 1). Wakil Spanyol sendiri musim ini tinggal menyisakan Barcelona setelah Madrid dikandaskan Ajax Amsterdam di 16 besar.

“Ini tentu kabar baik bagi sepak bola Inggris, itu yang Anda inginkan. Kita tak tahu siapa yang akan melaju ke babak berikutnya tapi kami memunyai firasat bagus sejak tahun lalu,” ujar pemain Liverpool, James Milner seperti dilansir BBC, Kamis.

Mantan Manajer Tottenham, Tim Sherwood, menyebut kembalinya empat tim Inggris ke perempatfinal menunjukkan kekuatan sesungguhnya Liga Premier Inggris. Dia menilai persaingan di liga selalu sengit sehingga tim-tim terus terpoles.

“Pep [Josep Guardiola] sudah pernah ke Spanyol dan Jerman dan dia langsung mengungkapkan Liga Premier adalah liga tersulit di dunia. Liga ini adalah layaknya perang untuk bisa bersaing sampai akhir. Selalu ada sesuatu untuk dikejar.”

Adanya empat wakil di perempat final tentu tak menjamin tim Inggris bakal kembali berjaya musim ini. Saat Inggris meloloskan empat wakilnya ke perempatfinal 10 tahun silam (Arsenal, Chelsea, MU, Liverpool), mereka gagal meraih gelar. MU yang sukses menembus final akhirnya ditumbangkan Barcelona.

Peluang klub Inggris untuk kembali menjadi kampiun sejak 2011/2012 bakal kian rumit apabila mereka sudah saling jegal di perempatfinal. Namun mereka setidaknya sudah menunjukkan dapat menjadi ancaman besar bagi kemapanan Liga Spanyol.