Suarez Mandul, Pique pun Gatal Ingin jadi Penyerang

Gerard Pique (Reuters/Juan Medina)
15 Maret 2019 09:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, BARCELONA - Ada anomali dalam kemenangan besar 5-1 Barcelona atas Olympique Lyon dalam leg II babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Kamis (14/3/2019) dini hari WIB. Saat Lionel Messi, Philippe Coutinho, Ousmane Dembele hingga Gerard Pique bergantian menjebol gawang lawan, Luis Suarez kembali gagal menunjukkan tajinya di Liga Champions musim ini.

Enam kali tampil, tak ada gol yang mampu dihasilkan striker Timnas Uruguay itu. Padahal El Pistolero tampil amat tajam di Liga Primera dengan torehan 17 gol dari 26 pertandingan. Suarez memang tetap berperan dalam kemenangan Barca atas Lyon dengan sumbangan assist untuk Coutinho serta menghasilkan penalti untuk gol pertama yang sukses dieksekusi Messi. Namun puasa gol cukup panjang sang striker di Liga Champions tentu mengundang sorotan.

Pique yang berposisi sebagai bek tengah bahkan “siap” menggantikan posisi Suarez sebagai penyerang andai dipercaya pelatih Ernesto Valverde. Meski bukan juru gedor, Pique memang terbilang cukup produktif. Golnya ke gawang Lyon adalah gol ketujuh Pique di semua ajang musim ini.

“Jika saya melihat Suarez tampak kelelahan saya akan berkata pada pelatih untuk membiarkan saya bermain di depan,” canda bek 32 tahun itu seperti dilansir Marca, Kamis.

Postur tubuh tinggi dan kebiasaan maju membantu penyerangan menjadi faktor suburnya koleksi gol Pique. Golnya ke gawang Lyon juga berawal dari overlap sang pemain menuju jantung pertahanan lawan. Dengan tenang, Pique menyambut umpan Messi di kotak penalti untuk menaklukkan Antonio Lopes di menit ke-81.

Bagi Barca, keunggulan 5-1 lebih dari cukup untuk membawa tim lolos ke perempat final mengingat di leg I mereka bermain imbang 0-0 melawan Lyon. Kemenangan ini pun mulai dikaitkan dengan pertanda Barca bakal kembali mengulang sukses musim 2008/2009, saat mengalahkan Manchester United 2-0 di partai final.

Saat itu Barca juga ditahan imbang Lyon terlebih dulu di leg I sebelum memastikan kelolosan ke perempat final lewat kemenangan telak di leg II. Babak perempat final kala itu juga disesaki empat tim Inggris, sama seperti musim ini.

Terlepas dari tanda-tanda itu, perjalanan Barcelona di Liga Champions musim ini memang impresif. Di antara delapan tim yang ke perempat final, Los Cules menjadi satu-satunya tim yang belum menelan kekalahan.