Disindir Tak Serius, Manajemen Persis Solo Membantah

Pemain Persis Solo merayakan gol Eli Nasoka ke gawang Persik Kendal di Stadion Utama Bahurekso, Senin (9/7/2018). (Istimewa - ofisial Persis Solo)
15 Maret 2019 21:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Performa Manajemen Persis Solo musim 2019 mulai mendapat sorotan dari suporter. Mereka menumpahkannya melalui berbagai media sosial resmi milik klub. Seperti yang diungkapkan melalui komentar di akun instagram Persis.

Ada yang mempertanyakan soal kepastian stadion? Ada yang menanyakan pemain Liga 1 atau pemain asing mana yang akan direkrut dan sebagainya. Ada pula yang membandingkan dengan klub Liga 2 lain yang bakal dihadapi Persis musim ini seperti Bogor FC yang dinilai lebih greget menggaet pemain dan terlihat ngotot menjuarai Liga 2.

Meski demikian, Manajemen Persis tetap adem. Sang manajer, Langgeng Jatmiko, justru mempertanyakan tudingan yang menyebut manajemen kurang serius. Menurutnya, manajemen sudah berupaya maksimal untuk Persis.

Jika mengacu pada kesiapan tim, ia justru mempertanyakan hingga kini sudah ada berapa tim yang sudah benar-benar siap mengarungi Liga 2 musim 2019. Menurutnya, masih banyak tim yang persiapannya lebih kurang dibanding Persis dari total 22 kontestan. “Kurang seriusnya dalam hal apa ya? Pembentukan tim? Ada berapa tim sih yang sudah membentuk tim dari 22 kontestan?” ungkapnya pada Solopos.com, Jumat (15/3/2019).

Pihaknya juga sudah mengupayakan keinginan suporter Solo agar bisa melihat langsung tim kesayangan dengan memanfaatkan stadion tak jauh dari Solo. Sesuai kesepakatan rapat antara manajemen dengan suporter, Persis akhirnya bergerak cepat melobi penggunaan Stadion Maguwoharjo di Sleman, Jogja.

”Persyaratan-persyaratan untuk menggunakan Stadion Maguwoharjo sudah kami penuhi. Kami sudah datang memenuhi undangan Polda DIY, bahkan itu tanpa suporter yang sebenarnya juga diundang. Tapi kan faktanya, keputusan ada di Bupati Sleman,” papar dia.

Sejauh ini, Persis sudah menghadirkan 16 nama yaitu Dedi Tri Maulana (bek), Tegar Hening Pangestu (gelandang bertahan), Oky Derry (bek sayap/gelandang), Sukasto Effenfi (kiper), Hapidin (penyerang sayap), Andri Prabowo (kiper), Riki Nata (gelandang bertahan), Ugik Sugiyanto (striker), Muhammad Isa (striker), Susanto (bek), Andreantono Oriza (bek kiri), Dimas Galih (striker), Crah Eka Angger Iswanto (bek), Ilhamul Irhaz (gelandang serang), Jodi Kustiawan (bek tengah), dan Fajar Zainul (bek).

Kekurangan delapan pemain diakuinya terjadi karena persoalan kontrak. Namun, hal itu bukan persoalan serius karena waktu kick-off Liga 2 yang masih panjang. “Kendala yang kami hadapi memang seputar negosiasi dengan pemain saja,” ungkap Langgeng.