Sarri Didepak Akhir Pekan Ini?

Ekspresi Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, pada pertandingan final Piala Liga Inggris di Stadion Wembley, London, Inggris, Senin (25/2 - 2019) dini hari WIB. (Reuters/Carl Recine)
19 Maret 2019 08:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, LIVERPOOL — Masa depan Maurizio Sarri di Stamford Bridge kian di ujung tanduk menyusul kekalahan 0-2 Chelsea dari Everton di Goodison Park, Minggu (17/3/2019) malam WIB. Kekalahan yang membuat Chelsea tak beranjak dari peringkat enam klasemen itu disebut membuat para petinggi tim kehilangan kesabaran.

Dilansir Express, Senin (18/3/2019), pemilik klub Roman Abramovich dikabarkan siap turun tangan untuk menyelamatkan Chelsea di sisa musim. Taipan asal Rusia itu disebut bakal memecat Sarri sebelum jeda internasional akhir pekan ini. Dengan adanya jeda internasional, Abramovich akan punya cukup waktu untuk memulihkan kondisi The Blues pascapemecatan Sarri. Ada waktu dua pekan untuk mencari manajer baru pengganti Sarri.

Rumor tersebut bukan tak mungkin terjadi mengingat reputasi Abramovich yang gemar bongkar pasang pelatih. Chelsea sebenarnya sempat menjalani “bulan madu” bersama Sarri pada awal musim ini. Eden Hazard dkk. sempat bersaing ketat dengan Liverpool dan Manchester City di papan atas klasemen Liga Premier. Namun performa Chelsea kemudian menurun.

Hingga pekan ke-31, The Blues tertahan di peringkat keenam dengan torehan 57 poin. Padahal jika mampu membekuk Everton, poin Chelsea bakal sama dengan penghuni peringkat keempat, Arsenal. Maurizio Sarri mengaku bingung dengan dua wajah berbeda yang ditunjukkan timnya saat melawan Everton. Di laga itu, Chelsea takluk lewat gol Richarlison dan Gylfi Sigurdsson di babak kedua.

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Chelsea di laga tandang Liga Premier sepanjang 2019. Tahun ini The Blues hanya mampu meraih kemenangan tandang atas Fulham. Sisanya mereka tumbang dari Arsenal, Bournemouth, Everton dan Manchester City. Hanya Fulham yang mencatat kekalahan tandang lebih banyak dari Chelsea tahun ini.

“Kami mungkin memainkan 45 menit terbaik di musim ini, tapi di awal babak kedua kami berhenti bermain demikian. Saya tak tahu kenapa,” ujar eks Pelatih Napoli itu seperti dilansir BBC, Senin.

The Blues memang memulai laga dengan baik, menekan tuan rumah dan mengontrol jalannya pertandingan. Namun mereka mendadak kehilangan kendali dan dipukul mundur Everton di babak kedua. Chelsea tercatat hanya mampu melepas enam tembakan di babak kedua setelah melesakkan 10 tembakan di babak pertama. Sementara Everton menunjukkan perkembangan pesat dengan melepas 12 percobaan di babak kedua setelah hanya mencatat tiga tembakan di paruh pertama.

“Mustahil situasi ini dipicu masalah fisik. Mungkin ini adalah sebuah halangan mental. Saat ini, inilah batas mental kami,” kata Sarri.