Ide 48 Kontestan di Piala Dunia 2022 Tuai Kritik

Trofi Piala Dunia (Reuters/Sergei Karpukhin)
20 Maret 2019 16:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MUMBAI - Presiden FIFA, Gianni Infantino, belum lama ini memberi sinyal memperbanyak kontestan Piala Dunia 2022 dari 32 tim menjadi 48 tim.

Sebelumnya, FIFA telah memutuskan penambahan jumlah negara peserta Piala Dunia menjadi 48 negara mulai diterapkan untuk Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Namun, Infantino menyebut rencana 48 peserta Piala Dunia bisa saja dipakai lebih awal yakni untuk Piala Dunia 2022 di Qatar.

Ide Infantino itu pun mendapatkan reaksi negatif dari berbagai pihak, tak terkecuali dari mantan pemain Timnas Spanyol dan Barcelona, Xavi Hernandez. Pemain yang ikut mengantar Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 tersebut menilai jumlah 48 tim tidak tepat untuk Piala Dunia 2022 di Qatar.

Xavi sendiri sangat mengenal Qatar. Itu karena pemain 49 tahun tersebut membela klub Qatar, Al Sadd, sejak kurang lebih lima tahun terakhir. "Itu [48 negara] terlalu banyak dan terlalu lama. Bayangkan 48 tim di Qatar, itu tidak bagus menurutku. Itu masih dalam kajian, namun sekarang Qatar mempersiapkan untuk 32 tim dan akan sulit mengubahnya dengan jumlah lebih banyak. Lebih bagus 32 tim. Itu lebih dari cukup," ujar Xavi, seperti dilansir Reuters, Selaas (19/3/2019).

Apakah FIFA dan Organisasia Piala Dunia Qatar sepakat dengan proposal penambahan jumlah peserta menjadi 48 tim, itu akan diputuskan dalam pemungutan suara pada Kongres FIFA di Paris, 5 Juni 2019 mendatang.

Jumlah kontesta Piala Dunia terus mengalami peningkatan. Pada edisi perdana pada 1930, turnamen sepak bola terakbar di dunia ini diikuti 13 tim. Kemudian sekitar 1934 hingga 1978, total ada 16 tim yang berkompetisi. Kecuali Piala Dunia 1983, hanya diikuti 15 tim dan 1950 diikuti 13 tim karena beberapa negara mundur dengan berbagai alasan.

Pada 1982, peserta Piala Dunia ditambah menjadi 24 tim. Kemudian pada 1998 kembali diperbanyak menjadi 32 tim. Jumlah itu dipastikan kembali membengkak menjadi 48 tim paling lambat 2026.