Liga 3: PSISra Sragen Tunggu Aturan Kuota Pemain Senior

PSISra Sragen (Istimewa)
20 Maret 2019 22:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SRAGEN - PSISra Sragen terus melakukan seleksi pemain yang akan memperkuat tim berjuluk Laskar Sukowati untuk mengarungi Liga 3 musim 2019. Pembentukan tim dijadwalkan selesai Jumat (22/3/2019).

Namun, ketidakjelasan alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menjadi semacam ganjalan bagi PSISra. Mereka belum bisa menghitung pengeluaran untuk menjalani kompetisi. Hingga Rabu (20/3/2019), masih ada 30-an pemain yang tersaring dari total 80 pemain yang mengikuti seleksi.

Wakil Sekretaris PSISra, Eko Mulyono, mengatakan masih ada 33 pemain yang lolos seleksi. PSISra kemungkinan mengambil 23-25 pemain untuk didaftarkan dalam Liga 3 Indonesia. “Tapi masih tambah yang ikut seleksi. Kami masih menunggu aturan resmi soal slot untuk pemain senior,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Targetnya, pembentukan tim bisa terlaksana Jumat pekan ini. Seleksi tersebut dikoordinatori oleh Mulyadi yang merupakan mantan pelatih PSISra 2017. Mulyadi juga digadang-gadang bakal ditunjuk di kursi pelatih musim ini setelah Tithan Wulung Suryata mundur sebagai kandidat terkuat pelatih PSISra.

“Wacananya memang Pak Mulyadi yang akan kembali jadi pelatih PSISra musim ini,” katanya.

Eko mengatakan hingga kini belum ada kejelasan pendanaan dari APBD Sragen. Hingga kini, ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sragen belum dilantik. Padahal, anggaran untuk PSISra turun melalui birokrasi panjang melalui KONI-Askab PSSI Sragen kemudian baru ke PSISra. Ia mengakui PSISra memang bergantung pada APBD untuk mengikuti Liga 3.

“Kalau anggarannya sudah ada, kami bisa berhitung. Ini kuota pemain senior juga belum jelas sehingga kami belum bisa mengalokasikan anggaran. Selain itu, kami belum menemukan manajer yang ideal,” terang dia.

Lebih lanjut, 33 pemain yang sementara ini masih lolos ke tahap selanjutnya didominasi muka-muka lama. Di antara mereka, ada yang pernah memperkuat PSISra U-17. “Yang ikut seleksi mayoritas berasal dari Sragen. Memang ada satu-dua dari luar seperti Purwodadi, Boyolali, dan Karanganyar,” tutupnya.