Ronaldo Bukan Robot, Wajar Cedera

Cristiano Ronaldo (Reuters/Rafael Marchante)
26 Maret 2019 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LISBON - Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo seperti duo sejoli. Keduanya berbarengan melakoni comeback memperkuat tim nasional masing-masing sejak Piala Dunia 2018 pada jeda internasional kali ini. Uniknya, keduanya juga sama-sama pulang dalam kondisi cedera.

Setelah Messi cedera saat membela Argentina melawan Venezuela pada laga persahabatan, giliran Ronaldo yang dibekap cedera saat Portugal ditahan1-1 Serbia pada Kualifikasi Euro 2020 di Estadio Da Luz, Selasa (26/3/2019) dini hari WIB. Ini menunjukkan dua pemain terbaik di dunia ini bukan robot. Ada kalanya mereka cedera dan perlu beristirahat.

Ronaldo kesakitan setelah berlari sekuat tenaga untuk meraih bola dari umpan panjang sekitar menit ke-30. Ia mendapat perawatan dari tim medis pada bagian paha kanannya. Ronaldo akhirnya tidak bisa melanjutkan pertandingan. Pemain berjuluk CR7 ini berjalan sendiri keluar lapangan dan digantikan Pizzi Fernandes.

Pada awal laga, peraih lima Ballon d'Or tersebut juga sempat mendapat perawatan karena pendarahan hidung. Tim dokter belum bisa memastikan berapa lama Ronaldo harus absen karena cedera hamstring yang dideritanya tersebut. Namun, Ronaldo sangat optimistis segera pulih, maksimal dua pekan.

"Saya tidak cemas, saya mengenal tubuhku. Saya akan kembali dalam satu atau dua pekan. Saya akan baik-baik saja," ujar Ronaldo, seperti dilansir skysports.com.

Jika prediksi Ronaldo tepat, ia masih bisa membela klubnya, Juventus, melawan Ajax Amsterdam pada leg pertama perempatfinal Liga Champions pada 10 April 2019 mendatang. Cuma, CR7 terancam absen dalam tiga laga sebelumnya di Seri-A, dengan Empoli, Cagliari, dan AC Milan.

Tanpa Ronaldo sejak menit ke-30, Portugal banyak menyia-nyiakan peluang karena finishing yang buruk. Sebelum Ronaldo ditarik keluar lapangan, Portugal telah kebobolan gol cepat dari Dusan Tadic dari titik penalti pada menit ke-7. Portugal hanya bisa membalas dengan sebiji gol lewat tembakan ciamik yang dilesakkan Danilo pada menit ke-42.

Portugal sebenarnya berhak mendapat hadiah penalti dari insiden handball pemain Serbia pada babak kedua. Wasit Szymon Marciniak sempat menunjuk titik putih. Namun, wasit asal Polandia itu mengubah keputusannya. Perlu diketahui, laga-laga di Kualifikasi Euro 2020 belum menerapkan Video Assistant Referee (VAR).

"Kami melihat kembali insiden itu di kamar ganti [lewat video replay] dan tidak diragukan lagi itu penalti, dia [wasit] minta maaf," jelas Pelatih Portugal, Fernando Santos, seperti dilansir Reuters.

Portugal menghadapi jalan terjal untuk lolos ke putaran final Euro 2020 setelah hanya bermain imbang dalam dua laga pembuka babak kualifikasi. Juara bertahan Euro tersebut bertengger di urutan ketiga dengan dua poin di bawah Ukraina dan Luksemburg yang masing-masing meraih empat poin dan tiga poin di klasemen sementara Grup B.