Jokdri Disarankan Mundur dari Jabatannya di PSSI

Joko Driyono ditahan. (Antara Foto/Indrianto Eko Suwarsono)
26 Maret 2019 19:25 WIB Newswire Indonesia Share :

Solopos.com, JAKARTA - Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, ditahan Satgas Antimafia Bola. Sekretaris Kemenpora, Gatot. S. Dewa Broto, menyarankan Jokdri legawa dan mundur dari jabatannya.

Jokdri ditahan oleh Satgas Anti Mafia Bola sejak Senin (25/3/2019) dengan dugaan melakukan tindakan pencurian dengan pemberatan dan perusakan barang bukti. Dia dijerat Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP.

Meski sudah ditahan, Jokdri belum melepas jabatannya sebagai plt ketua umum PSSI. Dia hanya memberi mandat kepada Gusti Randa yang merupakan Komite Eksekutif untuk melakukan tugas sehari-hari sekaligus mengurus KLB. Gatot menilai Jokdri harusnya mundur dari PSSI.

"Memang PSSI, cabang olahraga itu, tidak seperti partai politik dan tidak bisa membandingkan dua organisasi itu secara apple to apple. Tapi, harusnya imbauan kami itu, pak Joko [Driyono] legawa lah. Jangan PSSI ini tersandera," kata Gatot seperti dilansir detik.com, Selasa (26/3/2019).

"Kalau tersandera ini kepentingan sudah prestasi Timnas-nya tidak begitu bagus. Jangan tersandera lah, jangan menambah persoalan di PSSI. Kalau di parpol itu malah santun sekali padahal suasananya lebih keras. Begitu bersalah langsung mundur, tidak usah menunggu kongres atau apa," sambungnya.

Lebih lanjut Gatot menyoroti keputusan Jokdri yang memberi mandat Gusti Randa untuk melaksanakan tugas-tugasnya. "Kembalikan ke Statuta PSSI dong, memang ada di Statuta ketua harian? Kan itu harus ada forum yang menunjuk ketua harian berdasar kesepakatan siapa? Di mana-mana plt ketua umum itu tak boleh menyentuh pemilihan atau penetapan pejabat lain. Pemahaman organisasi regulasi PSSI perlu diperbaiki lagi."

"Makanya, kesimpulan saya PSSI jangan membingungkan publik deh. Selama ini, mereka berdalih di aturan milik mereka sendiri dan aturan FIFA. Sudah ikuti saja. Sayang ini cabor yang sangat tua, sudah hadir di republik ini. Masa tak ada kemajuan," tandas Gatot.

Sumber : detik.com