16 Pemain Siap Teken Kontrak dengan Persebi Boyolali

Penggawa Persebi Boyolali musim lalu, Alamsyah Ferri T. (tengah), sepakat kembali membela tim musim ini dalam negosiasi dengan manajemen di Boyolali, Senin (25/3 - 2019). (Istimewa)
26 Maret 2019 23:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Persebi Boyolali bergerak cepat dalam merekrut amunisi untuk bersaing di Liga 3 zona Jawa Tengah 2019. Sebanyak 16 pemain telah mencapai kesepakatan dengan manajemen dalam negosiasi yang digelar Senin-Selasa (25-26/3/2019). Mereka segera diikat kontrak sembari menunggu regulasi kompetisi dari PSSI.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, pemain jebolan Porprov Solo seperti Ilham Setya dan Guntur siap membela Laskar Pandan Arang. Amunisi musim lalu seperti Alamsyah Ferri dan Havidz Aulia Ardan juga dipertahankan Pelatih Ahmad Sukisno.

Selain itu, Persebi memboyong talenta muda macam Jhoni Krisdiyanto (eks Persis Gotong Royong) dan Elgen Fajar Revanda (eks Persijap Jepara) untuk melengkapi skuat (selengkapnya lihat grafis). Manajer Persebi, Kukuh Hadiatmo, mengatakan deal lisan telah tercapai antara tim dengan 16 pemain tersebut. Menurut Kukuh, para pemain itu telah masuk kriteria kualitas dan batasan usia (U-23) yang ditentukan tim pelatih dalam seleksi.

Pihaknya mengatakan penandatanganan kontrak akan segera dilakukan sembari menunggu regulasi dari PSSI. “Kemarin baru deal lisan. Namun prinsipnya mereka semua siap membela Persebi,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (26/3/2019).

Pihaknya mengaku masih mencari sekitar tujuh pemain lagi untuk melengkapi skuat musim ini. Tatang berharap ada pemain muda potensial lain yang muncul dalam seleksi tim yang masih digelar hingga Kamis (28/3/2019). Pihaknya pun tak menutup kemungkinan memboyong pemain senior sepanjang aturan memperbolehkan.

Menurut Kukuh, pemain berpengalaman diproyeksi mengisi satu slot lini depan. Sejauh ini dia melihat belum ada striker muda yang benar-benar moncer sebagai juru gedor. “Pemain lama seperti Noka Bhirawa kami pertimbangkan. Kiper kelihatannya juga butuh yang senior untuk membimbing. Namun kembali lagi ke regulasinya, memungkinkan atau tidak.”