Quagliarella Memang Istimewa!

Fabio Quagliarella (Reuters/Jennifer Lorenzini)
27 Maret 2019 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, PARMA - Kali terakhir Italia berpesta enam gol yakni saat Arrigo Sacchi masih duduk di bench tatkala mereka menundukkan Malta 6-1 pada Kualifikasi Piala Dunia 1994 Zona Eropa pada Maret 1993. Sayang semenjak pelatih berkepala plontos itu lengser, tim berjuluk Azzurri ini tak pernah mencetak setengah lusin gol ke gawang lawan mereka di berbagai kompetisi.

Namun setelah kurang lebih 26 tahun berlalu, Italia akhirnya mengulang pesta enam gol dengan melumat Liechtenstein 6-0 pada laga Grup J Kualifikasi Euro 2020 di Stadio Ennio Tardini, Parma, Rabu (27/3/2019) dini hari WIB. Ini sekaligus menjadi kemenangan dengan margin terbesar Italia sejak mereka menindas Turki 6-0 pada Desember 1962 alias sekitar 57 tahun silam.

Si tua-tua keladi, Fabio Quagliarella menyokong dua gol Italia ke gawang Liechtenstein. Dua-duanya disumbangkan dari tendangan geledek dari titik penalti pada babak pertama. Quaglia, sapaannya, membuktikan dirinya masih pantas mengenakan jersey Azzurri meski usianya sudah menembus 36 tahun. Bomber veteran Sampdoria ini pun dinobatkan sebagai pemain tertua yang menyokong gol untuk Italia setelah merobek jala Liechtenstein.

Quaglia berterimakasih kepada rekan-rekan setimnya yang membantunya mencetak gol. Terutama kepada Jorginho dan Leonardo Bonucci yang bersedia merelakan tugas eksekutor penalti Italia kepada eks striker Juventus dan Udinese ini.

"Ini malam yang indah dengan dua gol. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan setimku, bahkan mereka berusaha membantuku untuk mendapatkan gol ketiga di babak kedua. Mereka semua ingin membantuku mencetak gol dan itu luarbiasa. Saya juga ingin berterimakasih kepada fans yang memberi standing ovation, itu sebuah memori yang selamanya akan menyertaiku," jelas Quaglia, seperti dilansir football-italia.net.

Dua laga pembuka Grup J Kualifikasi Euro 2020 pada jeda internasional ini menandai comeback Quaglia ke Azzurri setelah absen selama sembilan tahun. Pemanggilan Quaglia bukan tanpa alasan. Dia memimpin top scorer sementara Seri-A musim ini dengan 21 gol, mengungguli Cristiano Ronaldo dan Krzysztof Piatek yang masing-masing mengemas 19 gol. Apakah berarti Quaglia bakal mendapat jaminan masuk skuat Italia jika lolos ke putaran final Euro tahun depan?

"Sulit mengatakannya saat ini, namun sejauh ini semua berjalan baik dan dia dalam performa apik. Saya pikir dia bisa terus seperti ini," ujar allenatore Azzurri, Roberto Mancini.

Selain mengemas brace, Quaglia memberi assist kepada pemain Italia berusia 19 tahun, Moise Kean, yang melesakkan gol pada babak kedua. Ini menunjukkan kerjasama antara pemain tua dan remaja di lini depan Azzurri bisa berjalan lancar. Sedangkan tiga gol lain Italia masing-masing didonasikan Stefano Sensi, Marco Verratti, dan Leonardo Pavoletti.